POJOKSATU.ID – Antusiasme tinggi fresh graduate yang ingin memperebutkan 80.000 kursi magang bergengsi dengan janji gaji setara UMK kini berhadapan dengan masalah teknis!
Sejak dibuka pada 6 November 2025, portal resmi pendaftaran Maganghub Kemnaker dikeluhkan lemot parah dan sering mengalami server down.
Ribuan calon peserta kini dibuat frustrasi karena waktu pendaftaran hanya tersisa sedikit (hingga 14 November 2025).
Sementara akses ke portal yang krusial itu seperti mimpi di siang bolong!
Baca Juga: Resmi Naik! Ini Rincian Gaji PPPK 2025 Berdasarkan Perpres Terbaru
Keluhan membanjiri media sosial dan forum daring.
Para fresh graduate yang hoping mendapatkan gaji UMK (di Jakarta bisa tembus Rp5 jutaan) kini harus berjuang melawan loading screen yang tak kunjung hilang.
"Sudah dari kemarin coba login Maganghub cuma muter-muter terus. Mau upload CV saja butuh waktu satu jam!" tulis seorang netizen kesal di Twitter.
Diduga kuat, lonjakan trafik yang tak tertangani menjadi biang kerok utama.
Jumlah pelamar yang masuk, jauh melampaui kemampuan server yang disiapkan Kemnaker.
Kuota 80.000 memang magnet luar biasa, tapi infrastruktur digital Kemnaker ternyata belum siap menampung gempuran tersebut.
Masalah server down ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi ancaman nyata terhadap peluang karir fresh graduate.
Waktu pendaftaran hanya 8 hari.
Jika setiap kali login butuh waktu berjam-jam, maka kesempatan untuk melengkapi data, memilih dua perusahaan/instansi di domisili KTP, dan mengirim lamaran akan terbuang sia-sia.
Terlebih lagi, program ini memiliki syarat ketat bagi lulusan yang masa ijazahnya tidak boleh lebih dari 1 tahun.
Fresh graduate yang ijazahnya nyaris kedaluwarsa kini harus berkejaran dengan waktu, antara batas tanggal ijazah dan batas waktu pendaftaran!
Kemnaker harus segera bereskan ini.
Baca Juga: Sepak Bola Amputasi Ciseeng, Semangat Tanpa Batas dari Kabupaten Bogor
Kalau gagal submit hanya karena server mereka yang ngadat, itu namanya mencederai semangat program magang nasional.
Isu teknis ini bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah dalam program prioritas ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang memadai dari pihak Kemnaker terkait solusi teknis jangka pendek.
Apakah Kemnaker akan menambah kapasitas server mereka? Atau apakah mereka akan memperpanjang waktu pendaftaran yang berakhir pada 14 November 2025?
Baca Juga: Dua Dekade Reformasi, Prabowo Nilai Saatnya Lembaga Hasil Reformasi Dievaluasi
Langkah perpanjangan waktu pendaftaran dinilai sebagai solusi paling logis dan adil untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua calon peserta yang terhambat masalah teknis.
Jika tidak, Kemnaker berpotensi dituding melakukan diskriminasi digital terhadap para pelamar yang antusias.
Pesan Keras untuk Kemnaker yaitu segera perbaiki portal Maganghub!
Baca Juga: Kenapa Pengumuman PPG Guru Tertentu 2025 Terlambat? Ini 7 Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Jangan sampai impian 80.000 fresh graduate untuk mendapatkan gaji UMK, sertifikat resmi, dan jaminan BPJS Ketenagakerjaan terganjal masalah teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi.
Para pelamar kini hanya bisa bersabar, berdoa, dan terus mencoba login di jam-jam sepi.***




