POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kembali seleksi PPG Calon Guru 2025 pada 14 Oktober - 6 November 2025.
PPG Calon Guru merupakan sebuah program pendidikan profesi untuk menyiapkan calon guru profesional yang memberikan dampak positif pada satuan pendidikan dan lingkungannya.
Peserta PPG Calon Guru 2025 harus melalui 3 tahap seleksi, yakni seleksi tahap 1 yang meliputi verifikasi diri peserta, selesi tahap 2 yang meliputi tes substantif, dan seleksi tahap 3 yang meliputi tes wawancara.
Salah satu proses dalam tahapan seleksi ini adalah menjawab dan menulis esai.
Baca Juga: Intip Komunitas Baca Buku yang Sedang Ngetren, Tingkatkan Literasi Kawula Muda!
Berikut contoh kisi-kisi jawaban pada pertanyaan esai di seleksi PPG Calon Guru 2025 untuk bagian A hingga C seputar motivasi, refleksi, dan tes situasi.
Tahap berikutnya di poin D hingga F juga bisa dihadirkan dan bisa dicek di artikel pojoksatu.id sebagai lanjutan dari tahap ini.
A. Peran aktif dalam komunitas atau lingkungan sekitar merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.
A.1. Ceritakan satu pengalaman Anda ketika mengambil peran aktif dalam komunitas atau lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran yang bermakna.
Jawaban: (Menjelaskan konteks dan peran yang dilalui)
Saya berperan aktif dalam komunitas lingkungan sekolah yang fokus pada pengelolaan sampah organik pada tahun 2024.
Saat itu, sekolah sedang berupaya menerapkan program Zero Waste, namun banyak siswa belum memahami pentingnya pemilahan sampah. Saya ditunjuk sebagai koordinator tim edukasi lingkungan.
A.2. Apa yang mendorong Anda untuk terlibat?
Jawaban: (Motivasi melakukan hal tersebut dan menjelaskan situasi)
Keikutsertaan saya dalam komunitas tersebut terdorong karena merasa prihatin melihat banyak sampah menumpuk tanpa dikelola dengan baik.
Selain itu, saya ingin mempraktikkan langsung pelajaran tentang keberlanjutan yang saya pelajari di kelas biologi, agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkannya di kehidupan nyata.
A.3. Langkah reflektif apa yang Anda lakukan agar keterlibatan tersebut memberi dampak bagi komunitas dan bagi pengembangan diri Anda sendiri? Bagaimana hasilnya?
Jawaban: (Paparkan secara langkah spesifik dalam mengatasi masalah tersebut)
Saya melakukan evaluasi mingguan bersama anggota tim untuk menilai efektivitas kegiatan, seperti seberapa banyak siswa mulai memilah sampah dengan benar.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah Pilih! Inilah Jenis Sunscreen yang Sesuai Tipe Kulitmu
Saya juga berdiskusi dengan guru pembimbing untuk memperbaiki pendekatan komunikasi kami.
Dari refleksi ini, saya menyadari pentingnya mendengarkan umpan balik dan beradaptasi dengan cara yang lebih kreatif, misalnya membuat poster edukatif dan lomba daur ulang agar lebih menarik.
A.4. Bagaimana hasilnya?
Jawaban: (Memuat dampak dari tindakan yang dilakukan)
Setelah tiga bulan, volume sampah yang tidak terpilah berkurang sekitar 40 persen, dan semakin banyak siswa yang ikut aktif memilah sampah.
Bagi saya pribadi, pengalaman ini meningkatkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan refleksi diri. Saya belajar bahwa perubahan kecil yang konsisten bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar.
B. Untuk meningkatkan performa seseorang, diperlukan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
B.1. Ceritakan pengalaman Anda keluar dari zona nyaman untuk meningkatkan performa.
Jawaban: (Menjelaskan konteks dan peran yang dilalui)
Pada semester lalu, saya diminta menjadi presenter utama dalam sebuah seminar Bahasa Inggris.
Sebelumnya, saya cenderung lebih nyaman bekerja di balik layar sebagai penulis naskah atau penyusun materi.
Namun, kali ini saya harus tampil di depan banyak orang dan mempresentasikan hasil penelitian kelompok dalam bahasa asing.
Baca Juga: Melda Safitri Buka Semuanya di Podcast Densu, Untuk Makan Saja Dia Bahkan Harus Ketok Rumah Tetangga
B.2. Bagaimana Anda secara reflektif mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan.
Jawaban: (Refleksi diri dan mengidentifikasi kekurangan)
Saya menyadari bahwa kemampuan komunikasi lisan saya masih terbatas, terutama dalam hal pengucapan dan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum.
Setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing dan teman satu kelompok, saya menyimpulkan bahwa area yang perlu saya kembangkan adalah berbicara di depan umum dan mengontrol rasa gugup.
Saya juga mengevaluasi rekaman latihan presentasi untuk melihat bagian mana yang bisa diperbaiki.
B.3. Apa langkah-langkah yang Anda lakukan dan bagaimana Anda mengaplikasikan hal tersebut dalam praktik?
Jawaban: (Paparkan secara langkah spesifik dalam mengatasi masalah tersebut)
Saya mulai berlatih berbicara setiap hari di depan cermin dan meminta teman untuk memberikan komentar dan umpan balik.
Selain itu, saya mengikuti pelatihan public speaking secara daring dan menonton video presentasi inspiratif untuk mempelajari teknik intonasi, mimik wajah, kontak mata, dan gestur tubuh.
Saat hari presentasi tiba, saya menerapkan semua hal yang saya pelajari dengan berbicara perlahan, menggunakan ekspresi tubuh yang terbuka, dan berinteraksi dengan audiens.
B.4. Bagaimana proses belajar itu berdampak pada perkembangan diri dan cara Anda berkontribusi di lingkungan kerja atau pembelajaran?
Jawaban: (Memuat dampak atau hasil dari tindakan yang dilakukan)
Pengalaman tersebut membuat saya jauh lebih percaya diri dan mampu berbicara dengan lebih jelas di depan umum.
Presentasi kelompok kami mendapat nilai terbaik di kelas, dan saya mulai sering dipercaya untuk mewakili kelas dalam forum diskusi kampus.
Dalam jangka panjang, kemampuan ini membantu saya berkontribusi lebih aktif dalam rapat organisasi mahasiswa dan proyek kelompok.
Saya belajar bahwa keluar dari zona nyaman adalah langkah penting untuk menemukan potensi baru dalam diri.
Baca Juga: Sukses Kandaskan Persiraja dengan 10 Pemain, PSMS Naik ke Posisi Dua Klasemen Sementara Grup 1
C. Dalam melaksanakan tugas, Anda pasti pernah menghadapi hambatan dan tantangan tertentu.
C.1. Ceritakan salah satu situasi tersulit yang pernah Anda hadapi dan bagaimana Anda mengelola pikiran dan perasaan untuk mengatasi situasi tersebut.
Jawaban: (Menjelaskan situasi dan peran yang dilakukan)
Salah satu situasi tersulit yang pernah saya alami adalah ketika menjadi ketua pelaksana panitia dalam acara sekolah yang hampir gagal terlaksana karena sponsor utama membatalkan dukungan dana seminggu sebelum acara.
Saya merasa panik dan khawatir akan mengecewakan seluruh tim. Namun, saya mencoba menenangkan diri dan berpikir rasional agar bisa mencari solusi.
Saya menulis semua hal yang masih bisa dikendalikan, lalu memfokuskan pikiran pada upaya penyelamatan acara, bukan pada masalah yang sudah terjadi.
Baca Juga: Perkuat Kemitraan Dunia Pendidikan dan Industri, UIN Jakarta dan BNI Gelar Sports Day
C.2. Langkah konkrit apa yang Anda lakukan untuk menyelesaikan situasi tersebut? Siapa saja yang terlibat?
Jawaban: (Paparkan secara langkah spesifik dalam mengatasi masalah tersebut)
Saya mengajak seluruh anggota tim untuk melakukan pertemuan terbuka dan membahas hambatan masing-masing.
Saya berusaha mendengarkan pendapat setiap anggota tanpa menyalahkan siapa pun, lalu membagi ulang tugas sesuai dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki. Saya juga meminta bimbingan dari dosen pembimbing agar arah kerja kami tetap sesuai dengan tujuan proyek.
Setelah pembagian ulang, saya membantu anggota yang tertinggal dengan memberikan panduan tambahan agar semua bagian bisa selesai bersama-sama.
Baca Juga: Mobil Literasi Dorong Semangat Membaca Anak Papua Lewat Aktivitas Seru di Sekolah Dasar Jayapura
C.3. Pembelajaran apa yang Anda peroleh dari proses tersebut bagi penguatan diri maupun hubungan dengan orang lain?
Jawaban: (Memuat dampak dan hasil dari yang sudah dilakukan)
Dari pengalaman ini, saya belajar pentingnya komunikasi dan empati dalam menyelesaikan konflik tim. Saya juga menyadari bahwa kepemimpinan bukan hanya soal mengatur, tetapi juga mendengarkan dan memahami kondisi orang lain.
Secara pribadi, saya menjadi lebih sabar, terlatih dalam mengelola stres, dan lebih percaya diri untuk memimpin kelompok di kemudian hari.
Hubungan saya dengan anggota tim pun membaik karena kami belajar saling menghargai peran masing-masing.
Baca Juga: Garis Kemampuan
Demikianlah kisi-kisi PPG Calon Guru Tahun 2025, semoga bisa membantu untuk lebih siap menjalani seleksi. ***




