POJOKSATU.ID - Kemensos menegaskan komitmen penuh untuk memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan kepada daerah yang menunjukkan keseriusan tinggi serta kesiapan administratif yang matang.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah wilayah kepulauan di Sulawesi, khususnya Kota Baubau, yang saat ini ketersediaan fasilitas Sekolah Rakyatnya masih terhitung sangat terbatas.

Pemerintah daerah setempat secara proaktif telah menyediakan lahan yang sangat luas dan dinyatakan memenuhi standar kelayakan teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat perluasan akses pendidikan bermutu bagi masyarakat yang tinggal di wilayah administratif terluar.

Baca Juga: Atasi Hunian Tak Layak, Pemerintah Pusat Targetkan Renovasi Puluhan Rumah Siswa Kurang Mampu Sekolah Rakyat

Seluruh kendala dokumen operasional dan pemisahan sertifikat tanah yang sebelumnya menjadi catatan koreksi kini telah berhasil diselesaikan secara tuntas oleh jajaran pemerintah kota.

Dengan rampungnya seluruh persyaratan regulasi tersebut, wilayah bersangkutan kini resmi masuk dalam daftar perencanaan pembangunan permanen gelombang ketiga dan hanya tinggal menunggu keputusan akhir dari menteri.

Kebijakan akselerasi ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras pemerintah daerah yang memiliki semangat kuat dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya.

Evaluasi ketat terus dilakukan agar seluruh target fisik bangunan dapat direalisasikan tanpa ada kendala hukum di kemudian hari.

Baca Juga: Kemensos Manfaatkan Teknologi Pengawasan Digital 24 Jam di Lingkungan Sekolah Rakyat !

Pada saat yang sama, otoritas pusat kini sedang berfokus merampungkan hampir seratus unit bangunan Sekolah Rakyat permanen yang masuk dalam perencanaan gelombang kedua di seluruh penjuru tanah air.

Target penyelesaian fisik proyek ini ditetapkan jatuh pada pertengahan Juni agar fasilitas tersebut siap digunakan sepenuhnya guna menyambut tahun ajaran baru pada bulan Juli nanti.

Langkah cepat dan masif ini selaras dengan arahan langsung Presiden Prabowo yang menghendaki pelaksanaan program kerja berjalan secara cepat, menghasilkan kualitas terbaik, serta menjangkau volume masyarakat sedalam mungkin.

Komitmen kuantitas dan kualitas ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan pemerataan sektor pendidikan nasional yang berkeadilan.***