POJOKSATU.ID - Pemerintah Aceh kembali melanjutkan upaya penanganan pascabencana dengan menyiapkan penugasan Relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahap Dua.

Langkah ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Yang terdampak banjir, khususnya sekolah-sekolah yang akan segera kembali digunakan untuk proses belajar mengajar.

Persiapan penugasan relawan ASN tahap lanjutan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Posko Tanggap Darurat Kantor Gubernur Aceh, Kamis (1/1/2026).

Baca Juga: Login ASN Digital Gagal dan OTP Bermasalah? Ini Solusi Lengkap Aktivasi MFA Menurut BKN

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, serta dihadiri para Asisten Sekda dan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

 

Penugasan Relawan ASN Tahap Dua Dimulai 2 Januari

Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Relawan ASN Tahap Dua akan bertugas selama tiga hari, yakni mulai 2 hingga 4 Januari 2026.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan sekolah-sekolah di Aceh Tamiang yang terdampak banjir, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa kesiapan sekolah menjadi prioritas utama pada tahap lanjutan ini.

Baca Juga: Cara Login ASN Digital BKN dan Aktivasi MFA lewat Aplikasi, Panduan Lengkap Langkah Demi Langkah

Mengingat aktivitas pendidikan di daerah tersebut akan segera kembali berjalan dalam waktu dekat.

 

Sekolah Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana

Menurut M. Nasir, keterlambatan pemulihan fasilitas pendidikan akan berdampak langsung pada keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh menempatkan pembersihan dan penataan sekolah sebagai fokus utama penugasan relawan ASN tahap dua.

“Jika sekolah-sekolah tidak segera dapat difungsikan, maka akan sangat berdampak buruk pada proses belajar mengajar yang akan segera dimulai,” ujar Nasir dikutip dari Acehprov.go.id pada kamis 1/1/2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Aceh diharapkan kembali bergerak secara solid dan maksimal dalam mendukung penugasan kemanusiaan ini.

 

Apresiasi untuk ASN dan SKPA

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh SKPA dan ASN Pemerintah Aceh yang telah terlibat aktif sejak masa tanggap darurat bencana.

Baca Juga: SK Sudah di Tangan, Gaji Tak Sesuai Harapan, Realita PPPK Paruh Waktu di Berbagai Daerah

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh SKPA dan ASN yang telah bersama-sama bekerja keras selama masa tanggap darurat ini,” kata Nasir.

Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut terus terjaga hingga tahap pemulihan selesai.

 

Hingga 75 Persen ASN Dikerahkan

Sebagai bagian dari penugasan tahap dua, masing-masing SKPA direncanakan akan mengerahkan hingga 75 persen dari total ASN yang dimiliki untuk terlibat langsung sebagai relawan di lapangan.

Para ASN tersebut akan difokuskan pada pembersihan ruang kelas, lingkungan sekolah, serta sarana pendukung pendidikan lainnya.

Baca Juga: PPPK 2026 Kapan Dibuka? Ini Bocoran Terbaru Pemerintah yang Wajib Diketahui Pelamar

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sekolah sehingga dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman oleh siswa serta tenaga pendidik.

 

Lanjutan Relawan ASN Tahap Pertama

Penugasan Relawan ASN Tahap Dua merupakan kelanjutan dari gelombang pertama yang telah diterjunkan Pemerintah Aceh pada 29–30 Desember 2025.

Pada tahap awal tersebut, relawan ASN ditugaskan membantu penanganan dampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah terdampak di Aceh.

Dengan adanya tahap lanjutan ini, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan secara menyeluruh, terutama pada sektor pendidikan.

Pemerintah Aceh kembali mengerahkan Relawan ASN Tahap Dua ke Aceh Tamiang sebagai bentuk komitmen dalam penanganan pascabencana.

Baca Juga: Libur Tahun Baru Lebih Bermakna, Pop-Up Store Big Bad Wolf Books Medan Jadi Destinasi Wisata Literasi Akhir Tahun

Fokus utama diarahkan pada pembersihan dan pemulihan sekolah agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali berjalan.

Dengan dukungan lintas SKPA dan keterlibatan aktif ASN, diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.***