POJOKSATU.id - Pada Kamis, 1 Agustus 2024, SDN Medalsari III menggelar pelatihan menulis cerita bagi siswa kelas VI yang dipandu oleh Asep Supriyana, dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Kegiatan yang bertempat di SDN Medalsari III, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang ini merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Desa Medalsari dengan FBS UNJ, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dan kreativitas siswa.

Pelatihan dimulai dengan kegiatan identifikasi peristiwa yang dialami setiap siswa. Asep Supriyana menginstruksikan siswa untuk menuliskan pengalaman pribadi mereka di atas kertas yang telah disediakan.

Proses ini dirancang untuk membantu siswa mengenali momen-momen penting dalam hidup mereka yang dapat dikembangkan menjadi cerita.

Setelah siswa menyelesaikan tugas pertama, mereka diminta untuk mengurutkan peristiwa-peristiwa yang telah mereka tulis menjadi sebuah alur cerita yang runtut.

Langkah ini penting untuk melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis dalam menyusun cerita. Selanjutnya, siswa diajak untuk mengembangkan alur cerita tersebut dengan menambahkan detail dan deskripsi, sehingga menghasilkan cerita yang lebih kaya dan menarik.

Pada tahap akhir, setiap siswa membacakan cerita yang telah mereka tulis di depan kelas. Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan hasil karya mereka, tetapi juga melatih keberanian berbicara di hadapan publik. Para siswa tampak antusias dan bangga membagikan cerita mereka kepada teman-teman dan instruktur.

Asep menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkuat fondasi literasi siswa sejak dini.

"Menulis cerita dari pengalaman pribadi adalah langkah awal yang baik untuk melatih imajinasi dan keterampilan menulis anak-anak. Harapannya, mereka akan lebih percaya diri dalam mengungkapkan ide-ide mereka melalui tulisan," ujarnya.

Salah satu guru kelas VI, Mardoi Setiadi, S.Pd. juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap siswa.

“Saya melihat siswa lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri mereka melalui tulisan. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi mereka, dan saya yakin akan berdampak baik pada perkembangan keterampilan literasi mereka di masa depan,” katanya.

Asep Supriyana menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini dalam mengembangkan potensi siswa sejak dini.

“Menulis cerita dari pengalaman pribadi adalah langkah awal yang efektif untuk mengasah kemampuan literasi siswa. Melalui tulisan, mereka belajar mengorganisir pikiran, mengembangkan kreativitas, dan mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan lebih baik,” jelasnya.

Pelatihan ini menandai langkah awal yang positif dalam kolaborasi antara dunia akademis dan komunitas lokal, khususnya dalam upaya meningkatkan literasi di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Harapannya, program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan pendidikan di daerah.