POJOKSATU.id - Jangan membayangkan pelajar Kota Bogor tak bisa berkarya, jika tak ada biaya. Faktanya, sekelompok pelajar ini bisa serius terlibat dalam film pendek bertitel "Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan" (CCBMR).
Adalah Komunitas Film Bogor yang didirikan Bani Marhaen sejak 2018, mampu mendorong kreativitas para pelajar ini untuk terlibat dalam projek pembuatan film pendek hasil kerja bareng dengan Masyarakat Kemuning Gading (RAMUGAD).
Film pendek Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan yang disutradarai Bani Marhaen ini disebut bakal menjadi film pendek rasa layar lebar yang ditawarkan Kota Bogor bagi masyarakat luas.
"Garapan film saat ini memang akan dibangun dalam suasana yang berbeda yang diharapkan bisa membawa inspirasi positif bagi generasi muda, tapi tetap asik, ringan dan tidak biasa," ujar Bani menggambarkan kepada pojoksatu.id, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga: Rilis Film Pendek Jaga Raya, Indosat Ooredoo Hutchison Ajak Masyarakat Kampanye Tanam Oksigen
Melibatkan para pelajar yang dijaring melalui Open Casting, Komunitas Film Bogor mampu memperlihatkan konsistensinya mengedukasi berbagai nilai yang ditawarkan anak muda ke masyarakat melalui karya-karya sinema.
Tak hanya film pendek, komunitas ini juga rajin menggelar berbagai workshop, conference dan berbagi ilmu soal penyutradaraan, sinematografi, produksi hingga post produksi.
Salah satu program rutin dan mengakar yang dimiliki Komunitas Film Bogor adalah Bazart Bogor. Beragam karya seni, pemutaran film, penampilan musik, stand up comedy, hingga pertemuan sejumlah komunitas seni, dibangun pertama kali melalui Bazart Bogor sejak 2020.
Sebagai produser, RAMUGAD juga dikenal sebagai komunitas yang mampu membuka ruang kolaborasi para seniman lintas kesenian.
Baca Juga: Yayasan AHM Cari Film Pendek Kreatif tentang Keselamatan Berkendara
Melalui berbagai gerakan yang dilakukannya, RAMUGAD juga membuka ruang kreasi yang sangat direspon positif oleh berbagai pihak mulai dari seniman, akademisi, promotor, komunitas seni hingga masyarakat umum.
Persembahan yang menggetarkan mampu ditampilkan RAMUGAD di event multi kolaborasi "Ceritanya Cinta" pada 2023 lalu di Plaza Balaikota Bogor.
Kini, keduanya terlibat dalam projek film pendek Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan yang melibatkan sekelompok pelajar Kota Bogor.
Naskah garapan film pendek Bani Marhaen ini ditulis oleh Arman Ramli, dengan asisten sutradara Tongku dan produser Rizky Rifsadin.
"Ada literasi yang ditawarkan dalam setiap dialog. Nilai yang bisa diserap dalam keseharian pelajar, konflik yang dibangun bersama proses pendewasaan. Tontonan yang akan menarik," ungkap Arman Ramli, penulis dan sastrawan yang kerap aktif berakting.
Baca Juga: Festival Film Bogor 2023 Usai, 22 Karya Dapat Nominasi, Para Sineas Baru Tumbuh di Kota Bogor
Itu juga sebabnya film ini tidak hanya unik dari alur cerita yang sederhana tapi tak biasa, tetapi bahkan terjadi pembelajaran produksi secara langsung bagi para pemain yang kebanyakan pelajar Kota Bogor.
Dalam waktu yang ketat dan pendek, produksi film ini memulai proses reading, Pre-Production Meeting (PPM) hingga syuting secara estafet. Syuting akan dijadwalkan pada 25 hingga 26 Mei 2024 di beberapa titik lokasi di Kota Bogor.
"Produksi film di komunitas terkadang berbeda dengan apa yang dijalankan di lingkungan lain, industri misalnya. Produksi di komunitas akan dirasa lebih fleksibel mulai dari perencanaan, proses sampai menjadi sebuah karya," terang Rizky Rifsadin.
Rizky melanjutkan, produksi film yang dijalankan pasti akan menghadapi rangkaian permasalahan, Namun begitu harus bisa dibuat relatif efisien.
Baca Juga: Mengangkat Tema Mekar dan Mengakar, Festival Film Bogor 2023 Sukses Diselenggarakan
"Semisal semua pekerjaan dilakukan bersama, membuat suatu bagian tersendiri yang khusus dan fokus melakukan sesuatu, membangun semangat kebersamaan hingga harus bisa menerima ide terkini," ujar lelaki yang biasa dipanggil Kiki itu.
Kiki melihat, jika semua pihak bisa berperan membangun semangat kekaryaan, tentu akan relatif efisien, misal dari sisi pembiayaan. Sehingga karya film ini menjadi kebanggaan bersama dari banyak pihak.
Alur film ini akan mengungkapkan sebuah cerita seputar pelajar dan juga diperankan oleh pelajar dalam sosok Bulan (diperankan Chelsea Angelina), Dodon (Restu Vibriano Putra), Ojan (M. Wildan Algifari), Vivi (Nurfauzia Maulida), Desi (Nadya Miftachul Firdausy), Dean (Dimas Nurachman Satrio).
Kejutan menarik dihadirkan dalam produksi film pendek yang layak dinantikan ini.
Selain pelajar, ada peran Ali yang dimainkan Randi Kristian dan dengan tak terkira sosok Ibu Bulan akan diperankan oleh Ana Ismawati, Sekretaris Dinas (Sekdis) Disparbud Kota Bogor. Keren banget!
Ini menjadi salah satu gambaran semangat produksi film pendek rasa layar lebar yang akan asik ditonton. Bersabar menunggu ya. ***




