POJOKSATU.ID - Para guru di seluruh Indonesia, baik yang telah bersertifikasi maupun yang belum (non-sertifikasi), diminta bersiap menyambut momen penting pada pertengahan Agustus 2025.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dijadwalkan membacakan nota keuangan dan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 pada tanggal 15 Agustus mendatang.

Informasi ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam pernyataan resminya baru-baru ini.

Baca Juga: Kalau Kamu Jadi Santri, Pilih Sorogan atau Bandongan?

Biasanya, pembacaan nota dilakukan setiap 16 Agustus, sehari sebelum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Namun, karena 16 Agustus 2025 jatuh pada hari Sabtu, pembacaan nota keuangan dipercepat menjadi Jumat, 15 Agustus 2025.

Momentum ini sangat dinanti oleh para aparatur sipil negara (ASN), termasuk guru, karena biasanya membawa kabar tentang kebijakan kenaikan gaji.

Baca Juga: MASIH TERBUKA! Pendaftaran Beasiswa GrabScholar 2025 Diperpanjang, Jangan Sampai Terlewat

Pada tahun 2024 lalu, pemerintah resmi menaikkan gaji ASN. Namun, tahun 2025 tidak ada kenaikan gaji bagi seluruh ASN, termasuk guru.

Hal ini sudah dikonfirmasi dan menjadi pembahasan di kalangan guru sejak awal tahun 2025. Banyak berharap, tahun 2026 ada perubahan kebijakan.

Sehingga para ASN termasuk guru sertifikasi dan non sertifikasi penting untuk menyimak pidato Presiden di DPR pada 15 Agustus nanti.

Baca Juga: Mau Jadi Penulis Digital? Kamu Wajib Tahu Dulu Perbedaan Content Writer dan Copywriter

Dalam kesempatan itu, Presiden akan menyampaikan kebijakan fiskal, prioritas anggaran, dan berbagai alokasi untuk sektor strategis, termasuk pendidikan.

Salah satu harapan terbesar guru adalah adanya kenaikan gaji pokok untuk ASN serta tunjangan tambahan bagi guru non-ASN.

Diketahui, pada 2025 ini, meski gaji ASN tidak naik, tunjangan sertifikasi guru non-ASN mengalami peningkatan cukup signifikan.

Tunjangan yang sebelumnya sebesar Rp1,5 juta naik menjadi Rp2 juta per bulan. Kenaikan ini dianggap sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi guru.

Namun, guru ASN merasa perlu adanya penyetaraan. Sebab, tanpa kenaikan gaji dua tahun berturut-turut, daya beli bisa terdampak inflasi dan kebutuhan.

Selain isu gaji, Menteri Keuangan juga menyebut bahwa nota keuangan akan memuat rencana besar Presiden untuk tahun 2026.

Baca Juga: GAWAT! Ribuan Buruh di Ambang PHK Massal, Sektor Padat Karya Kian Terpuruk

Program prioritas yang akan disorot meliputi makanan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Pemerintah juga berfokus pada perbaikan infrastruktur pendidikan seperti madrasah, digitalisasi sekolah, serta dukungan terhadap riset dan sains teknologi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dilibatkan untuk memastikan alokasi anggaran menyentuh kebutuhan pendidikan dasar dan menengah.

Program strategis lain seperti ketahanan pangan, irigasi, dan bendungan juga masuk dalam daftar usulan anggaran prioritas.

Baca Juga: BUKAN MAIN-MAIN, Canangkan Program Gratispol, Gubernur Kaltim Perintahkan Semua Dosen dan Pejabat WAJIB Tempuh S3, Brian Yuliarto Komentar Begini

Menteri Keuangan menegaskan bahwa semua program telah disampaikan kepada Presiden dan menunggu arahan terakhir untuk finalisasi RAPBN 2026.

Namun, detil anggaran dan angka pasti belum disampaikan kepada media. Informasi akan diumumkan langsung oleh Presiden dalam sidang paripurna DPR.

Dalam penyampaian tersebut, Presiden diperkirakan akan menyampaikan arah kebijakan fiskal, asumsi makro ekonomi, dan batas defisit anggaran.

Fokus utama anggaran adalah keberlanjutan pembangunan, dukungan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menjaga stabilitas fiskal nasional.

Reformasi penerimaan negara tetap dilakukan agar pendapatan negara mencukupi kebutuhan prioritas, termasuk sektor pendidikan.

Menteri juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar, melalui kebijakan defisit yang terukur agar perekonomian tetap berjalan stabil.

Jika kepercayaan pasar kuat, ekonomi nasional dapat bergerak melalui intervensi fiskal yang efektif dalam menghadapi ketidakpastian global.

Para guru, khususnya ASN dan non-ASN, diminta tetap bersabar dan mengikuti perkembangan kebijakan keuangan negara yang diumumkan resmi nanti.

Harapan besar disematkan pada pidato Presiden. Banyak guru menantikan kabar gembira terkait tunjangan, gaji, atau peningkatan anggaran pendidikan.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNIDA dan KKNT UNPAK Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Megamendung

Soal kenaikan gaji, tunjangan ataupun anggaran pendidikan ini, informasi resmi hanya disampaikan oleh Presiden. Jangan terpengaruh berita hoaks atau spekulasi.

Masyarakat, terutama kalangan guru, diimbau menyimak langsung pidato nota keuangan pada 15 Agustus 2025 melalui kanal resmi pemerintah.

Nota keuangan dan RAPBN 2026 akan menjadi dokumen penting untuk melihat arah pendidikan dan kesejahteraan guru pada tahun anggaran mendatang.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat, mudah dan tanpa iklan bisa download aplikasi Pojoksatu.id melalui tautan berikut ini:

Versi Android

Versi iOS

Anda juga bisa bergabung dalam saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Demikian informasi tentang momen penting pada 15 Agustus mendatang yang wajib diperhatikan para guru di seluruh Indonesia.***