POJOKSATU.ID - Sejalan dengan pengerjaan fisik bangunan yang terus dikebut, persiapan operasional Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Bagan Pete juga terus berjalan secara paralel.

Pada tahun pertama masa operasionalnya, institusi pendidikan terpadu ini direncanakan akan menampung kuota awal sebanyak 300 siswa.

Jumlah tersebut akan dibagi secara merata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Pemerintah bahkan memproyeksikan daya tampung sekolah berbasis asrama ini akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 1.000 siswa dalam tiga tahun ke depan.

Baca Juga: Pemerintah Kebut Proyek Kawasan Percepat Pendirian Sekolah Rakyat Permanen di Kota Jambi

Saat ini, proses penerimaan peserta didik baru sudah mulai dilaksanakan agar pembelajaran bisa langsung dimulai setelah gedung rampung.

Menariknya, pendaftaran untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas secara nasional dilaporkan telah melebihi target kuota yang ditentukan.

Di sisi lain, pemerintah masih perlu mengoptimalkan upaya penjangkauan untuk memenuhi kuota siswa pada jenjang sekolah dasar.

Untuk menentukan calon siswa yang berhak, pihak berwenang menerapkan metode seleksi ketat menggunakan basis data terintegrasi.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Abimanyu: Mantan Korban Perundungan yang Mendapat Apresiasi dari Presiden Prabowo

Pendataan warga dilakukan secara berjenjang mulai dari lingkungan terkecil di tingkat RT dan RW hingga divalidasi oleh Badan Pusat Statistik.

Langkah ini diambil agar bantuan fasilitas pendidikan gratis tersebut benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan.

Tidak hanya fokus pada siswa, pemerintah juga sedang membuka rekrutmen massal secara nasional.

Termasuk untuk ribuan tenaga pendidik, wali asuh, dan pengelola asrama demi mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di masa mendatang.***