POJOKSATU.id - Aesha Yusi Mahameru, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (ISIB) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor lolos sebagai penerima Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) 2024.
IISMA merupakan salah satu dari delapan program flagship di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Program yang dibuka pada Januari 2024 lalu ini bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Perempuan yang akrab disapa Aesha tersebut berujar, ia berkeinginan untuk melihat perspektif lain mengenai wawasan dan pengetahuan di bidang sains.
Baca Juga: Tiga Mahasiswa Indonesia Raih Beasiswa Rp 444,7 Juta di Kompetisi Pelajar Internasional
Minatnya itulah yang mendorong gadis kelahiran Medan 14 Mei 2023 untuk memilih Universitas Sains Malaysia sebagai universitas tujuan dalam seleksi program IISMA.
Melalui IISMA, Aesha dapat menempuh satu semester di lembaga-lembaga pendidikan mitra terkemuka. Ia pun merasa siap untuk menempuh pendidikannya di Universitas Sains Malaysia mulai September bulan depan.
Selama persiapan mengikuti tahapan seleksi IISMA 2024, Aesha memang gigih mencari informasi terkait seluk beluk proses seleksi. Ia bahkan mengatur strategi dengan mengikuti sertifikasi bahasa Inggris jauh-jauh hari sebelum pendaftaran IISMA, agar tidak kalut di akhir waktu.
“Yang memotivasi aku adalah impian dan realita keadaan aku dan lingkungan sekitarku. Aku sadar kalau banyak hal yang diperlukan untuk bisa mencapai dan menjalani hidup yang aku inginkan.
Baca Juga: Mahasiswa KPM UI BBC: Buka Peluang Bisnis bagi Ibu Rumah Tangga di Era Digital
Salah satunya adalah keberhasilan dalam mengemban pendidikan untuk diriku sendiri dan kemampuan untuk membawa perubahan bagi orang-orang dan lingkungan sekitar aku,” tutur Aesha kepada pojoksatu.id.
Selain memotivasi dirinya sendiri, perempuan yang punya hobi membaca ini juga bermaksud memotivasi mahasiswa lainnya.
“Motivasi lainnya adalah adik-adik aku. Aku ngga mau mengecewakan atau mencontohkan hal yang enggak baik buat mereka, karena bagi mereka aku adalah panutan dan aku berharap bisa kasih kehidupan yang lebih baik buat mereka,” terang anak pertama dari 2 bersaudara ini.
Lolosnya mahasiswi berdarah Batak di program IISMA 2024 ini, juga membuatnya terpilih sebagai mahasiswa berprestasi di ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tahun 2024 Unpak sebagai juara 2.
Pilmapres merupakan ajang talenta bagi kompetisi mahasiswa yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Puspresnas merupakan sebuah unit organisasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bidang pengembangan prestasi nasional yang mengemban tugas untuk mencari, mewadahi atau mengumpulkan, mengatur, mendorong, dan mengembangkan bakat, minat, serta potensi generasi emas Indonesia
Tak hanya itu. Aesha juga merupakan penerima hibah Innovillage 2024 yang diadakan oleh Telkom University dan BUMN. Saat itu, ia membawa pembaharuan yang membantu kawan-kawan difabel.
Aesha membuat sebuah karya inovasi digital bernama Pembisik Virtual. Melalui inovasi digital itu, ia berusaha memenuhi kebutuhan kreasi difabel netra dalam menikmati film.
"Saya memproduksi karya digital Pembisik Virtual, yaitu bentuk digitalisasi sosok Pembisik yang membantu kawan difabel netra untuk menikmati film di dunia nyata," terangnya.
Pembisik Virtual dapat diakses melalui situs pembisikvirtual.com, yang dibuat dengan fitur dan layout yang disesuaikan dengan kebutuhan Difabel Netra sehingga kawan difabel netra dapat menikmati film kapanpun dan dimanapun.
Prestasi dan eksplorasinya tidak berhenti sampai disana. Aesha termasuk mahasiswi yang aktif di kampus. Ia juga merupakan anggota UKM Seni Budaya yang berbakat.
Aesha merupakan sosok mahasiswi yang menginspirasi mahasiswi-mahasiwi lain. Selain berprestasi di ranah akademis, ia juga mampu membuktikan bahwa sebagai perempuan dapat terlibat aktif di ranah sosial dan budaya, hingga mampu membawa kita berburu ilmu menuju mancanegara. *** Desi Hermawati




