POJOKSATU.id — Pelajaran matematika sering dianggap sulit karena banyak istilah yang terdengar mirip tetapi memiliki makna yang berbeda.
Salah satunya adalah faktor, faktor prima, dan faktorisasi prima. Ketiga istilah ini kerap muncul sejak di bangku sekolah dasar hingga menengah.
Meski terlihat sederhana, pemahaman yang keliru bisa membuat siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal. Oleh karena itu, mari kenali perbedaan ketiganya!
Baca Juga: Gak Harus Hafalan! Ini Cara Seru Belajar Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah
Apa Itu Faktor?
Secara sederhana, faktor adalah bilangan bulat positif yang dapat membagi habis suatu bilangan. Artinya, ketika suatu bilangan dibagi dengan faktornya, hasilnya adalah bilangan bulat tanpa sisa.
Misalnya, faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.
12 ÷ 1 = 12
12 ÷ 2 = 6
12 ÷ 3 = 4
12 ÷ 4 = 3
12 ÷ 6 = 2
12 ÷ 12 = 1
Baca Juga: Sudah Dimulai! Siswa Madrasah Diwajibkan Ikut Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Ini Panduannya
Dari contoh di atas, semua bilangan tersebut terbukti dapat membagi 12 dengan hasil bilangan bulat. Itulah yang dimaksud dengan faktor.
Mengenal Faktor Prima
Berbeda dengan faktor biasa, faktor prima adalah faktor dari suatu bilangan yang termasuk bilangan prima.
Bilangan prima sendiri adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri, contohnya 2, 3, 5, 7, 11, 13, dan seterusnya.
Baca Juga: Tablet Samsung Termurah 2025, Pilihan Cerdas, Harga Bersahabat, Kualitas Tetap Terjaga!
Jika kita ambil contoh angka 12 di atas, maka faktor primanya adalah 2 dan 3.
Mengapa bukan 4 atau 6?
Karena 4 dan 6 bukan bilangan prima, meskipun keduanya bisa membagi 12. Jadi, faktor prima lebih terbatas dibandingkan faktor biasa.
Memahami Faktorisasi Prima
Faktorisasi prima adalah proses menguraikan suatu bilangan menjadi perkalian dari faktor-faktor primanya.
Baca Juga: ARMY Kena Prank, Bighit Music Bantah Kabar BTS Bakal Berpartisipasi dalam Tribute Album Mendiang Michael Jackson
Tujuannya untuk menyederhanakan bentuk bilangan sehingga mempermudah perhitungan, terutama saat mencari KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) atau FPB (Faktor Persekutuan Terbesar).
Contoh faktorisasi prima dari 12:
12 = 2 × 6
6 masih bisa diuraikan menjadi 2 × 3
Jadi, 12 = 2 × 2 × 3 atau ditulis 2² × 3
Dengan cara ini, bilangan bisa disusun rapi sehingga lebih mudah digunakan dalam perhitungan lanjutan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Mengatasi Status TIDAK VALID di Info GTK Terkait Bantuan Insentif dan TPG!
Pentingnya Memahami Ketiga Istilah Ini
Menguasai faktor, faktor prima, dan faktorisasi prima bukan sekadar untuk lulus ujian.
Pemahaman ini menjadi fondasi penting untuk materi matematika di tingkat yang lebih tinggi.
Misalnya, saat menghitung pecahan senilai, mencari KPK untuk menyamakan penyebut, atau menentukan FPB untuk menyederhanakan pecahan.
Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini bisa diterapkan, seperti saat membagi kue menjadi potongan yang sama besar atau menghitung jumlah kursi yang bisa disusun rapi di sebuah ruangan.
Contoh Soal dan Pembahasan
Tentukan faktor dari 18!
Jawab: Faktor 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18.
Tentukan faktor prima dari 18!
Jawab: Faktor prima 18 adalah 2 dan 3.
Lakukan faktorisasi prima dari 18!
Jawab: 18 = 2 × 9 = 2 × 3 × 3 = 2 × 3²
Baca Juga: FAKTA BAHASA: Benarkah Acuh Berarti Tidak Peduli? Yuk, Pahami
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Dengan latihan seperti ini, pemahaman tentang perbedaan faktor, faktor prima, dan faktorisasi prima akan semakin kuat.***




