POJOKSATU.id — PembaTIK atau Pembelajaran berbasis TIK adalah program dari Kemendikbud yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) para guru.

Program ini mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK guru yang dirumuskan oleh UNESCO, sehingga guru dapat lebih siap menghadapi pembelajaran digital secara profesional.

Program PembaTIK dibagi menjadi empat level, yang dikenal dengan istilah 4i leveling, yaitu: literasi, implementasi, kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi.

Setiap level memiliki tantangan tersendiri yang harus diikuti oleh peserta, mulai dari mengikuti kelas Bimtek daring hingga mengerjakan tugas tertentu.

Baca Juga: Segera Cek! Ini Dia Hasil Akhir Seleksi PMO Kemenkop 2025, Simak Apa Saja Tugas PMO

Program ini tidak hanya memberikan sertifikat di setiap level, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menjadi Duta Rumah Belajar, yang memungkinkan mereka bertemu dan berkolaborasi dengan guru-guru hebat dari seluruh Indonesia.

Semua guru, baik ASN maupun honorer, dapat mengikuti PembaTIK ini.

Berikut penjelasan tentang Modul PembaTIK Level 3:

Modul PembaTIK Level 3

1. Pengembangan Media Audio Pembelajaran Berbasis TIK

Modul ini mengajarkan pengertian media audio, sistematika penulisan naskah audio, serta teknik penulisan yang efektif untuk pembelajaran.

Peserta dibekali contoh format naskah dan panduan penggunaan Audacity, aplikasi gratis untuk produksi audio.

Tahap pasca produksi juga dibahas agar media audio yang dibuat siap digunakan dan diunggah di Rumah Belajar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru sebelum menggunakan media audio antara lain: mempertimbangkan usia siswa, kesiapan perhatian peserta didik, sifat media audio yang bersifat auditif, kesesuaian materi, serta fokus pada kemampuan verbal siswa.

Istilah-istilah dalam naskah audio yang sering dipakai antara lain:

Baca Juga: VALIDASI SKTP Tahap 2, Guru Harus Siaga, Ini DAFTAR KATEGORI yang Segera Diverifikasi

  • Announcer (ANN): penyiar program acara.

  • Narrator (NAR): penyampai materi utama dan penghubung antar adegan.

  • Musik: teknik in-up-down-out atau in-up-down-under untuk mendukung suasana.

  • Sound Effect (SFX): efek suara untuk mendukung situasi.

  • Fade In / Fade Out, Off Mike, Crossfade: petunjuk pengaturan suara dalam audio.

2. Pengembangan Media Video Pembelajaran Berbasis TIK

Peserta Level 3 diajarkan membuat video pembelajaran menggunakan komputer maupun telepon pintar.

Tiga jenis naskah digunakan, yaitu naskah tunggal, ganda, dan wide margin.

Setting kamera, pencahayaan, fokus, dan posisi smartphone menjadi perhatian penting agar kualitas video konsisten.

Standar resolusi video meliputi: SD 480p, HD 720p, Full HD 1080p, Quad HD 1440p, dan Ultra HD 2160p.

Pasca produksi video mencakup: editing, mixing, preview, revisi, dan distribusi. Video bisa diunggah di media sosial, YouTube, atau lebih utama di Portal Rumah Belajar.

3. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI)

Di era digital, guru dituntut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif.

MPI menggabungkan teks, foto, video, audio, animasi, dan grafis secara interaktif. Jenis-jenis MPI: tutorial, drill and practice, simulasi, dan instructional game.

Baca Juga: DOWNLOAD CONTOH SOAL UTS - Bagian 2 - Matematika Kelas 7 SMP Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Aplikasi yang bisa digunakan antara lain: Articulate Storyline, Smart Apps Creator, PowerPoint, Google Slide, dan Google Site.

Komponen MPI meliputi: judul, sasaran, tujuan pembelajaran, serta uraian materi.

Articulate Storyline memungkinkan pembuatan media interaktif yang mirip PowerPoint namun lebih fleksibel, dengan output bisa dijalankan di desktop, web, smartphone, dan LMS.

Smart Apps Creator (SAC) memungkinkan guru membuat aplikasi multimedia interaktif tanpa perlu programming. Kelebihannya: mudah dipelajari, ringan, dan mendukung kolaborasi.

4. Pengembangan Edugame

Edugame adalah gabungan edukasi dan game, dirancang untuk pembelajaran yang menyenangkan. Definisi Edugame menurut beberapa ahli:

  • Handriyantini (2009): media pengajaran berupa permainan untuk merangsang daya pikir dan konsentrasi.

  • Marc Prensky (2012): permainan untuk tujuan belajar sambil bersenang-senang.

  • Novia Desta (2016): permainan untuk pembelajaran yang menambah wawasan.

  • Alya (2016): permainan untuk belajar, mengerjakan, dan menghibur.

Jenis-jenis Edugame:

  • Action Game: menekankan koordinasi fisik.

  • Adventure Game: interaktif, berbasis cerita dan teka-teki.

  • Puzzle Game: menekankan pemecahan masalah dan logika.

Baca Juga: PANDUAN LENGKAP Tugas Refleksi Mandiri Modul 3 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Topik 1-8 PPG PAI Kemenag 2025, Simak Tiap Topik

  • RPG (Role Playing Game): bermain peran dengan karakter yang berkembang.

  • Simulation Game: simulasi keterampilan untuk pengalaman realistis.

Aplikasi untuk membuat Edugame: Unity, Construct, Game Maker Studio, RPG Maker, Articulate Storyline, Adventure Maker Studio, Stencyl, Smart Apps Creator, dan lainnya.

Smart Apps Creator memungkinkan pembuatan aplikasi mobile interaktif tanpa coding, dengan output HTML5 atau .exe.

Tahapan pengembangan Edugame mencakup: menentukan sasaran dan topik, memilih jenis game, membuat flowchart dan naskah, desain dan manajemen file, programming, quality control, hingga publikasi.

Demikian informasi tentang PembaTIK Level 3, di mana peserta dapat membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Edugame untuk mendukung pembelajaran kreatif berbasis TIK.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN, TNI, Polri, hingga Pejabat Negara Masuk RKP 2025, Berlaku 2026?

Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami: