POJOKSATU.id – Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang mulai diperkenalkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bukan sekadar menghadirkan sekolah baru. 

Program ini disiapkan pemerintah sebagai strategi besar untuk mengatasi ketimpangan mutu pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan layanan Sekolah Nasional Terintegrasi tingkat SMP dan SMA di 500 kabupaten/kota secara bertahap hingga tahun 2029.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, penyelenggaraan SNT merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar layanan pendidikan berkualitas dapat dinikmati lebih merata oleh seluruh anak Indonesia.

Baca Juga: Baru 40 Hari Menjabat, Nanik S Deyang Pilih Mundur Jadi Kepala BGN

Mu'ti menjelaskan pemerintah telah menyiapkan pembangunan 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan dilakukan secara bertahap hingga 2029 sesuai arahan Presiden.

Mengapa Sekolah Nasional Terintegrasi Dibentuk?

Kemendikdasmen menilai masih terdapat kesenjangan yang cukup lebar dalam mutu pendidikan antardaerah.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, hanya 263 dari 7.288 kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan kualitas pendidikan yang tergolong baik.

Artinya, hanya sekitar 4 persen kecamatan yang memiliki sekolah dengan kriteria:

  • SMP dan SMA sama-sama berakreditasi A.

  • Memiliki capaian literasi di atas 75.

  • Memiliki capaian numerasi di atas 75.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan di Indonesia masih belum memiliki akses terhadap layanan pendidikan menengah yang memenuhi indikator mutu tersebut.

Baca Juga: Nanik Deyang Kepala BGN yang Baru Sebulan Menjabat Memilih Mundur Karena Alasan Pribadi

Bukan untuk Menyalahkan Sekolah atau Guru

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa data mengenai ketimpangan mutu pendidikan bukan dimaksudkan untuk memberi penilaian negatif kepada sekolah, guru, maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, data tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bahwa kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas masih belum dirasakan secara merata oleh seluruh anak Indonesia.

Karena itu, pemerintah memilih menghadirkan solusi melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi agar kesenjangan tersebut dapat diperkecil secara bertahap.

Baca Juga: Telkom Perkuat Peran Culture Agent Lewat Culture Festival 2026, Budaya Jadi Kunci Hadapi Transformasi

Untuk Apa Sekolah Nasional Terintegrasi Dibangun?

Kemendikdasmen menegaskan bahwa tujuan utama SNT bukan sekadar membangun gedung sekolah baru.

Program ini dirancang untuk:

  • Mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada peserta didik di berbagai daerah.

  • Mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah.

  • Membangun ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dari jenjang SMP hingga SMA.

  • Mengembangkan potensi akademik, karakter, minat, bakat, dan talenta peserta didik secara berkelanjutan.

  • Menjadi pusat pendidikan berkualitas di daerah yang selama ini belum memiliki sekolah dengan capaian terbaik.

Dengan sistem yang terintegrasi, peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan yang lebih berkualitas, tetapi juga mendapatkan pembinaan secara berkesinambungan selama menempuh pendidikan menengah.

Baca Juga: Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri Dibuka, Lulusan Disiapkan Kerja di Pasar Global

SNT Dibangun untuk Siapa?

Program Sekolah Nasional Terintegrasi ditujukan bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di daerah-daerah yang belum memiliki akses memadai terhadap pendidikan menengah berkualitas.

Melalui pembangunan SNT di ratusan kabupaten dan kota, pemerintah ingin memastikan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan unggul tidak hanya dinikmati siswa di kota-kota besar, tetapi juga dapat dirasakan oleh peserta didik di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahap awal tahun 2026, Sekolah Nasional Terintegrasi mulai beroperasi di 17 kabupaten/kota. 

Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 37 kabupaten/kota pada 2027, sebelum diperluas secara bertahap hingga mencapai 500 kabupaten/kota pada 2029.

Baca Juga: Dua Menit

SNT Menjadi Strategi Pemerataan Pendidikan

Program Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu strategi jangka panjang Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Melalui pemerataan layanan pendidikan berkualitas, pemerintah berharap semakin banyak daerah memiliki sekolah dengan capaian akademik yang baik, sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan talenta mereka.

Dengan target pembangunan yang dilakukan secara bertahap hingga 2029, Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkecil kesenjangan mutu pendidikan antardaerah. ***