POJOKSATU.id — Ratusan ribu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia masih menyimpan harapan besar di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Mereka berharap ada angin segar dalam bentuk kebijakan yang lebih adil dan berpihak terhadap profesi guru PAUD yang selama ini belum mendapat perhatian maksimal, terutama dari segi kesejahteraan.

Menurut Irfan Fatkhurohman, M.Pd., dosen PGPAUD FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto, selama ini kebijakan negara masih berfokus pada peningkatan kualitas guru PAUD — misalnya melalui kewajiban kualifikasi pendidikan S1.

Namun, pada aspek kesejahteraan, ia menilai perhatian pemerintah masih sangat minim.

“Masih banyak guru PAUD yang bekerja dengan keikhlasan di luar nalar kemanusiaan.

Tugas mulia mereka merawat dan mendidik anak-anak bangsa, belum mendapatkan perhatian yang layak dari negara, terutama dalam hal gaji dan kesejahteraan,” ungkap Irfan.

Pendidikan Usia Dini Jadi Pondasi Utama Bangsa

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yangpenting dalam membentuk generasi Bangsa Indonesia yang unggul di masa depan.

Masa golden age yang dialami anak usia dini adalah momen paling krusial untuk membentuk karakter, emosi, kecerdasan, hingga sikap social pada anak.

Namun, di balik harapan besar pada masa depan anak-anak bangsa, masih tersimpan kegelisahan para guru PAUD yang menghadapi banyak keterbatasan.

Banyak dari mereka yang bersemangat untuk melanjutkan kuliah demi meraih gelar S1, tetapi terhambat oleh biaya kuliah yang tidak terjangkau.

Gaji yang kecil kerap kali tidak mencukupi kebutuhan dasar, sehingga beberapa guru PAUD terpaksa mencari pekerjaan tambahan atau mengandalkan beasiswa dari lembaga non-pemerintah.

Padahal, lanjut Irfan, “Beasiswa dari pemerintah untuk program S1 seringkali tidak bisa diakses oleh guru PAUD karena terbentur usia.”

Harapan Besar pada Asta Cita Prabowo

Delapan program besar Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto sebenarnya memberi secercah harapan bagi guru PAUD.

Asta Cita keempat secara eksplisit menyinggung tentang penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, sains, dan teknologi.

Dalam konteks ini, kesejahteraan guru — termasuk guru PAUD — masuk ke dalam fokus pembangunan nasional.

Beberapa kebijakan turunan dari Asta Cita tersebut antara lain: penyediaan beasiswa untuk guru, pemberlakuan upah minimum bagi guru PAUD, serta pengangkatan guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ini harus dilihat sebagai bentuk keberpihakan.

Meski masih dalam tahap perencanaan, minimal sudah ada kesadaran untuk memperbaiki kondisi guru PAUD,” tambah Irfan.

Fakta: Hampir Separuh Guru PAUD Belum Bergelar S1

Data dari Dapodik mencatat, hingga kini ada sekitar 460.204 guru PAUD di seluruh Indonesia.

Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 225.500 guru atau 48,7% belum mengantongi gelar S1 — bahkan belum semuanya memiliki pengetahuan memadai di bidang PAUD.

Hal ini, menurut Irfan, harus dijawab dengan kebijakan strategis yang tidak hanya menuntut peningkatan kualitas, tetapi juga menjamin kesejahteraan mereka.

“Jangan sampai guru PAUD dipaksa kuliah, tetapi tidak dibekali akses pembiayaan.

Harus ada keseimbangan antara dorongan peningkatan kompetensi dan jaminan penghidupan yang layak,” tegasnya.

Mengubah Harapan Jadi Kenyataan

Guru PAUD di seluruh Indonesia berharap, pemerintahan sekarang Prabowo-Gibran mampu mengubah nasib mereka yang selama ini luput dari perhatian.

Kebijakan afirmatif yang mengangkat guru PAUD menjadi ASN, pemberian beasiswa program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk studi PGPAUD lebih meluas, serta dukungan pelatihan dan sertifikasi profesi, menjadi mimpi besar yang terus diperjuangkan.

“Mereka ingin diakui, bukan hanya sebagai pengasuh anak-anak, tapi sebagai pendidik sejati yang membangun masa depan Indonesia dari usia paling dini,” tutup Irfan.***

 

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

 

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

 

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

 

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

 

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212