POJOKSATU.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menerapkan sistem digital untuk proses penerimaan siswa baru jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) melalui jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Mulai tahun ini, proses pendaftaran dilakukan secara online lewat aplikasi khusus yang tengah diuji coba.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tb Asep Nurdin, menyampaikan bahwa sistem ini menjadi bentuk transformasi digital layanan publik.

Pendaftaran yang sebelumnya dilakukan secara manual, kini dapat dilakukan secara daring.

“Saat ini kami sudah membuat aplikasi agar SPMB 2025 untuk SD Negeri dapat dilaksanakan secara online. Sistem tersebut sedang kami lakukan uji coba,” ujar Asep, Senin (12/5/2025).

Proses Hybrid Jadi Masa Transisi

Meski sudah berbasis online, Pemkot Tangsel akan memberlakukan masa transisi dengan sistem hybrid.

Baca Juga: Bisa Daftar ke Dua Sekolah, Cek Ketentuan Skor Nilai Rapot Jalur Prestasi SPMB Kota Bandung 2025, Ranking 1-3 Dapat Tambahan Bobot, Ini Cara Hitungnya

Dalam masa ini, orang tua tetap diminta datang ke sekolah untuk menyerahkan dokumen persyaratan dalam bentuk fisik atau digital.

Dokumen tersebut akan diverifikasi sebelum dimasukkan ke sistem digital.

"Ini untuk memudahkan adaptasi orang tua serta operator sekolah tingkat SDN terhadap sistem baru, tanpa mengurangi transparansi proses penerimaan," jelas Asep.

Diskominfo mengembangkan sistem ini berdasarkan pengalaman pendaftaran online untuk jenjang SMP Negeri yang telah diterapkan sejak tahun 2018.

Sistem yang sudah berjalan tersebut kini dijadikan model untuk jenjang SD Negeri.

Lebih Transparan dan Terbuka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, menilai penerapan sistem online pada jenjang SD akan membuat proses penerimaan siswa baru lebih tertib dan transparan.

“Sistem pendaftaran SD Negeri secara online ini lebih akuntabel, transparan, dan lebih terbuka,” ujar Deden.

Baca Juga: Pendataan Dimulai 19 Mei, Ini Aturan SPMB Jalur Domisili Kota Bandung 2025 untuk SD dan SMP, Jadwal Lengkap di Sini!

Ia juga memastikan bahwa proses ini akan disosialisasikan secara masif ke masyarakat untuk meminimalisir kendala yang mungkin muncul di tahun pertama penerapannya.

Warga Sambut Baik Inovasi Digital

Langkah digitalisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Reni, warga Ciater, Kecamatan Serpong, menceritakan pengalamannya mendaftarkan anak secara manual tahun lalu.

Meskipun proses berjalan lancar, antrean dan proses berulang membuatnya merasa lelah.

“Kalau pendaftaran nggak ribet saat manual, tapi tetap ada antrean dan lumayan ngabisin waktu. Kalau online mungkin jadi lebih mudah, lebih hemat waktu,” tuturnya.

Senada dengan itu, Tati, warga lainnya, menyebut bahwa Pemkot Tangsel sudah seharusnya mengikuti perkembangan teknologi seperti yang sudah dilakukan oleh sekolah swasta.

Baca Juga: Cek Peluang JALUR DOMISILI SPMB 2025 di 23 SMP Negeri Kota Bogor, Inilah Hitungan Pembagian Wilayah, Kuota, Syarat dan Mekanisme Seleksi!

“Setahu saya SD-SD swasta udah nerapin pendaftaran online. Mulai dari pendaftaran, seleksi hingga pengumuman itu bisa online. Jadi lebih memudahkan orang tua dan efektif,” ujar Tati.

Dengan diterapkannya sistem ini, Pemerintah Kota Tangsel berharap proses penerimaan siswa baru di tingkat SDN dapat lebih efisien, modern, dan dapat diakses secara inklusif oleh seluruh warga.

Nah, bagaimana nih bapak ibu di Tangerang? Apa kira-kira kendala dan masukan dari lapangan tentang penerimaan murid baru di daerah? Sudah efektifkah?

Tulis di kolom komentar ya, siapa tahu suara bapak ibu bisa menjadi masukan berarti bagi para penentu kebijakan. ***