POJOKSATU.id, Malaysia semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu negara tujuan untuk menempuh pendidikan tinggi di Asia Tenggara.
Hingga saat ini, tercatat kurang lebih 170.000 mahasiswa internasional dari 180 negara tengah menjalani studi di negara tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir, menyampaikan bahwa pemerintahnya memiliki ambisi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing menjadi 250.000 orang pada 2030.
Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih terbuka terhadap perspektif internasional.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang negara diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan wawasan mahasiswa lokal.
Zambry menilai, semakin banyak mahasiswa mancanegara yang memilih Malaysia sebagai tempat belajar, semakin besar pula daya tarik negara tersebut sebagai destinasi pendidikan.
"Dengan memiliki lebih banyak mahasiswa dari luar negeri, Malaysia akan menjadi destinasi studi yang lebih baik dan lebih menarik," katanya
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan International Young Future Leaders Summit (IFuture 2026).
Menurut Zambry, peningkatan jumlah pelajar asing juga berpotensi memberikan keuntungan di luar sektor akademik.
Kehadiran mereka dinilai dapat mendukung aktivitas perekonomian serta membuka peluang bagi berbagai usaha lokal.
Manfaat tersebut diperkirakan turut dirasakan oleh penduduk yang tinggal di sekitar perguruan tinggi penerima mahasiswa internasional.
Zambry mencontohkan universitas yang berada di Terengganu, seperti Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) dan Universiti Malaysia Terengganu (UMT).
Menurutnya, aktivitas mahasiswa internasional di kedua kampus tersebut dapat memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Sejalan dengan ambisi tersebut, kesempatan bagi mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan di Malaysia juga tersedia melalui sejumlah program beasiswa pemerintah.
Bagi mahasiswa Indonesia yang berencana menempuh studi di luar negeri, terdapat dua program yang dapat dipertimbangkan, yakni Malaysia International Scholarship (MIS) dan Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP).
Berikut rincian kedua beasiswa tersebut.
1. Malaysia International Scholarship (MIS)
Malaysia International Scholarship atau MIS adalah program bantuan pendidikan yang disediakan pemerintah Malaysia bagi mahasiswa internasional yang ingin mengambil pendidikan lanjutan pada jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).
Program ini diperuntukkan bagi pelamar dari negara-negara yang masuk dalam cakupan penerima beasiswa berdasarkan ketentuan penyelenggara.
Negara-negara ASEAN termasuk dalam kelompok yang menjadi sasaran program ini, dengan tetap mengikuti persyaratan yang ditetapkan.
Salah satu keuntungan yang ditawarkan MIS adalah pembiayaan kuliah yang disalurkan secara langsung kepada perguruan tinggi tempat penerima beasiswa belajar.
Tidak hanya membantu membayar biaya pendidikan, program ini juga memberikan tunjangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebesar RM1.500 setiap bulan.
Jika dikonversikan, nominal tersebut setara dengan kurang lebih Rp6,4 juta.
Calon peserta dapat mengajukan permohonan melalui pendaftaran online pada portal resmi Malaysia International Scholarship.
Pada periode sebelumnya, pembukaan pendaftaran program ini umumnya berlangsung pada Maret hingga April.
Adapun tahapan seleksi dan pengumuman penerima beasiswa dapat berlangsung sekitar Oktober sampai Desember.
Meski demikian, waktu pelaksanaan tersebut bukan jadwal yang berlaku mutlak setiap tahun.
Pelamar perlu mengikuti informasi terbaru dari penyelenggara agar tidak melewatkan periode pendaftaran dan mengetahui ketentuan yang berlaku.
2. Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP)
Pilihan berikutnya adalah Malaysian Technical Cooperation Programme atau MTCP.
Program yang didukung pemerintah Malaysia ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari negara berkembang untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di perguruan tinggi Malaysia.
MTCP umumnya ditujukan bagi peserta yang ingin mengambil program magister dengan masa studi sekitar dua hingga tiga tahun, atau berkisar antara 24 sampai 36 bulan, sesuai ketentuan program yang diikuti.
Terdapat sejumlah kriteria yang perlu diperhatikan oleh calon pelamar.
Persyaratan yang disebutkan dalam informasi program ini meliputi nilai IPK sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4,00, usia di bawah 45 tahun, serta kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat IELTS minimal 6,0 atau TOEFL iBT minimal 60.
Persyaratan tersebut tetap perlu dicocokkan dengan pedoman resmi pada tahun pendaftaran yang dituju.
Untuk jadwalnya, pendaftaran MTCP biasanya dibuka pada Mei hingga Juni.
Sementara itu, hasil seleksi umumnya diumumkan sekitar Agustus, meskipun waktu pelaksanaannya dapat berubah sewaktu-waktu.
Dari segi fasilitas, peserta yang lolos berhak memperoleh tunjangan biaya hidup bulanan yang disalurkan melalui rekening bank lokal.
Beasiswa ini juga mencakup tiket penerbangan dari negara asal menuju Malaysia sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Adapun biaya kuliah penerima program ditanggung melalui pembayaran langsung dari pemerintah Malaysia kepada universitas tempat mereka menjalani studi.
Kedua program tersebut dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa Indonesia yang ingin meraih gelar pascasarjana di Malaysia tanpa harus menanggung seluruh biaya pendidikan secara mandiri.
MIS dan MTCP memiliki ketentuan, cakupan pembiayaan, serta persyaratan peserta yang perlu dipahami sebelum mengajukan aplikasi.
Karena itu, calon pelamar sebaiknya memeriksa situs resmi masing-masing beasiswa untuk memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal penerimaan, dokumen yang dibutuhkan, kriteria akademik, dan fasilitas yang diberikan.
Persiapan sejak dini, termasuk melengkapi dokumen pendidikan dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, dapat membantu calon mahasiswa mengikuti proses seleksi dengan lebih baik.
Dengan memahami persyaratan dan memantau pengumuman resmi, kesempatan untuk melanjutkan studi di Malaysia melalui program beasiswa dapat dipersiapkan secara lebih matang.***





