POJOKSATU.id — Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, menjadi saksi hadirnya inovasi hijau dari dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) melalui program pengabdian masyarakat, pada Sabtu (9/8/2025).

Kegiatan ini dipandu oleh dosen pembimbing lapangan, Nina Dwi Lestari, S.P., M.Ling., dari Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UB.

Program ini mengusung semangat membangun desa yang tangguh, sehat, dan mandiri dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Koordinator tim, Arnessya Efrilia Putri Timika, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang saling terhubung.

Baca Juga: 209 Pegawai UNJ Terima Satyalancana Karya Satya di Momen HUT ke 80 RI

“Kami ingin menyampaikan pertanian, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berjalan berdampingan melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Edukasi Gizi, Pertanian, dan Lingkungan#

Kegiatan dimulai dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan ecoenzym dari limbah sayur bagi anggota PKK Desa Sukolilo.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat transisi menuju pertanian organik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Tak berhenti di sana, tim juga memperkenalkan inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan dan lilin aromaterapi.

Baca Juga: Tak Ada Harapan PNS Naik Gaji 2026, Pemerintah Fokus ke-8 Program Ini

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program ini membuka peluang ekonomi kreatif baru, khususnya bagi ibu rumah tangga, serta dapat dikembangkan sebagai produk unggulan dalam kegiatan eduwisata di wisata Gentong Mas.

Pelestarian Budaya dengan Eco Print#

Untuk siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Sukolilo di Dusun Patuk Krajan, tim memberikan pelatihan kerajinan eco print.

Teknik mencetak motif dari daun dan bunga lokal pada kain ini menggunakan bahan alami, sehingga menghasilkan karya seni ramah lingkungan dengan nilai jual tinggi.

Baca Juga: Pemkot Bandung Kebut Tambah Kolam Retensi, Target 30 Kolam untuk Atasi Banjir

Kepala Desa Sukolilo, Joni Arifin, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa UB.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, terutama program pengolahan minyak jelantah menjadi lilin yang sangat bermanfaat. Saya berharap warga dapat mempraktikkannya, baik untuk kebutuhan pribadi, usaha, maupun bagian dari paket eduwisata di Gentong Mas,” ucapnya.

Desa Lebih Mandiri dan Berdaya Saing#

Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi wadah implementasi ilmu bagi mahasiswa, tetapi juga katalis perubahan menuju masyarakat desa yang lebih sadar lingkungan, mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing tinggi.

Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal yang diakui secara global.***