POJOKSATU.id - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomenal alam semesta yang terjadi.
Di Fase C ini peserta didik dapat mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, memanfaatkan ragam energi dan gaya untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dan pergerakannya untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi di sekitarnya.
Berdasarkan pemahamannya terhadap sistem tubuh makhluk hidup dan keterkaitannya dengan
lingkungan, pelajar dapat menerapkan perilaku hidup sehat.
Baca Juga: Rudy Susmanto Fokus Ratakan Pembangunan, Akses Jalan Baru Siap Dibuka 2026
Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi mengenai Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPA kelas 8 Kurikulum Merdeka bab 2 semester 1.
Bab II: Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Tujuan Pembelajaran
1. Makanan dan Sistem Pencernaan
Peserta didik mampu mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia.
Peserta didik mampu menghitung besaran kalori yang dibutuhkan.
Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis
vitamin.
Peserta didik mampu menganalisa makanan yang dibutuhkan.
Peserta didik mampu mengklasifikasikan makanan.
Peserta didik mampu mengaplikasikan tabel informasi nilai gizi untuk memilih makanan yang tepat.
Peserta didik mampu menganalisa grafik mengenai tingkat pencernaan protein.
Baca Juga: Kebijakan Baru ASN: PPPK Profesional dan Seleksi Lebih Ketat
2. Sistem Pernapasan
Peserta didik mampu mengetahui fungsi dan struktur organ-organ pernapasan, bahaya rokok,
perokok pasif, serta penyakit-penyakit akibat merokok.
Peserta didik mampu mendeskripsikan proses manusia bernapas dan proses pertukaran gas.
Peserta didik mampu menganalisa grafik mengenai kandungan karbon monoksida dalam darah perokok.
Peserta didik mampu memberikan solusi untuk para perokok pasif.
3. Sistem Eksresi atau Pembuangan
Peserta didik mampu mengetahui tentang struktur, fungsi, dan peranan sistem ekskresi.
Peserta didik mampu menganalisa dan menghitung kandungan di dalam urin melalui grafik.
4. Tugas Akhir Bab
Peserta didik mampu Mengumpulkan informasi
mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem tubuh manusia.
Peserta didik mampu menjelaskan mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membuat suatu panduan pola hidup sehat untuk memperingan penyakit tersebut.
Makanan dan Sistem Pencernaan
Tubuh manusia membutuhkan makanan sebagai sumber energi, bahan pembangun, dan pengatur proses tubuh.
Setiap makanan mengandung kalori, yaitu satuan energi yang dibutuhkan tubuh untuk bergerak, tumbuh, dan mempertahankan suhu.
Selain kalori, tubuh memerlukan berbagai nutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang masing-masing memiliki peran berbeda.
Vitamin membantu proses metabolisme, mineral memperkuat jaringan tubuh, dan protein berperan dalam pertumbuhan serta perbaikan sel.
Baca Juga: Tidak Ada Jalur Instan! PPPK Hanya Bisa Jadi PNS Jika Lulus Seleksi Resmi
Salah satu keterampilan penting dalam memahami kebutuhan nutrisi adalah membaca tabel informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan makanan.
Tabel ini membantu kita memilih makanan yang sehat, mengklasifikasikannya berdasarkan kandungan nutrisi, serta menilai apakah makanan tersebut sesuai kebutuhan kalori harian.
Dengan memahami nilai gizi, seseorang dapat menganalisis makanan yang dibutuhkan serta menerapkan pola makan seimbang.
Sistem pencernaan bekerja secara terkoordinasi, dimulai dari mulut sebagai tempat makanan dihancurkan.
lalu ke lambung yang memecah makanan menjadi molekul lebih kecil, dan dilanjutkan ke usus halus sebagai tempat penyerapan zat gizi.
Baca Juga: 4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Guru dalam Proses Pencairan TPG Triwulan 4 Tahun 2025!
Sisa makanan yang tidak dapat dicerna akan dikeluarkan melalui usus besar.
Proses pencernaan protein, misalnya, dapat dilihat dari grafik tingkat pencernaan yang menunjukkan bagaimana protein dipecah oleh enzim pada setiap tahap.
Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan bertugas menyediakan oksigen untuk tubuh dan membuang karbon dioksida sebagai sisa metabolisme.
Organ-organ yang terlibat meliputi hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru.
Ketika bernapas, udara masuk melalui hidung atau mulut, melewati saluran pernapasan, lalu mencapai alveolus di dalam paru-paru.
Baca Juga: Sampah Botol Plastik Menggunung, Ancaman AMDK terhadap Lingkungan Tak Kunjung Usai
Di alveolus inilah terjadi pertukaran gas, oksigen masuk ke darah dan karbon dioksida keluar menuju udara.
Perbedaan antara bernapas, pernapasan, dan pertukaran gas penting untuk dipahami.
Bernapas adalah gerakan mekanis menghirup dan menghembuskan udara.
Pernapasan adalah proses biokimia yang menghasilkan energi dari glukosa.
Sedangkan pertukaran gas adalah perpindahan oksigen dan karbondioksida antara alveolus dan darah.
Rokok menjadi ancaman besar bagi sistem pernapasan.
Karbon monoksida dalam asap rokok mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen, sehingga organ tubuh kekurangan pasokan energi.
Grafik kandungan karbon monoksida pada perokok menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan orang yang tidak merokok.
Perokok pasif juga terancam risiko penyakit paru, sehingga solusi seperti menciptakan ruang bebas rokok dan edukasi mengenai bahaya merokok sangat penting dilakukan.
Baca Juga: Bolehkah Guru Menerima Hadiah dari Siswa pada Momen HGN 2025? Simak Batasannya
Sistem Ekskresi atau Pembuangan
Sistem ekskresi berfungsi membuang zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh.
Organ yang terlibat mencakup ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.
Ginjal menyaring darah untuk mengeluarkan urin yang berisi air, urea, garam mineral, dan zat sisa lainnya.
Kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan karbon dioksida, dan hati membantu mendetoksifikasi racun.
Fungsi utama sistem ekskresi adalah menjaga keseimbangan (homeostasis), terutama dalam hal kadar air, pH, dan elektrolit.
Saat tubuh mengalami kelebihan garam atau air, ginjal akan memperbaiki keseimbangan melalui filtrasi dan penyesuaian volume urin.
Grafik analisis kandungan urin memberikan gambaran bagaimana tubuh merespons kondisi tertentu, misalnya saat kurang minum atau mengonsumsi banyak garam.
Baca Juga: Tahun 2026 Ada Tunjangan Baru Bagi Guru ASN? Begini Informasi dari Nunuk Suryani
Tugas Akhir Bab: Penyakit Sistem Tubuh dan Pola Hidup Sehat
Setiap sistem tubuh dapat mengalami gangguan atau penyakit.
Sistem pencernaan dapat mengalami maag atau diare, yakni sistem pernapasan dapat terserang asma, bronkitis, atau kanker paru dan sistem ekskresi dapat terganggu oleh batu ginjal atau infeksi.
Dengan mengumpulkan informasi mengenai penyakit ini, siswa dapat memahami penyebab, gejala, serta cara pencegahannya.
Ilmu yang telah dipelajari mendorong siswa untuk membuat panduan pola hidup sehat yang bermanfaat mencegah atau meringankan penyakit.
Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, menghindari rokok, serta konsumsi air yang cukup merupakan langkah penting menjaga tubuh tetap sehat.
Baca Juga: Telkom Sabet Penghargaan Asia ESG Positive Impact 2025 Berkat Program DigiUp
Pemahaman ini membantu siswa melihat hubungan antara struktur tubuh, fungsi organ, dan pentingnya gaya hidup yang baik.
Materi ini mengajak siswa memahami bagaimana tubuh bekerja sebagai satu kesatuan sistem.
Makanan diperlukan karena menjadi sumber energi dan bahan pembangun tubuh.
Sistem pencernaan mengolah makanan tersebut, sementara sistem pernapasan menyediakan oksigen yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi.
Darah mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Sistem ekskresi menjaga agar tubuh tetap seimbang dengan membuang zat sisa.
Baca Juga: Jalan Tegar Beriman Segera Miliki JPO Estetik Pertama, Target Rampung di HJB 2026
Keseluruhan proses ini menunjukkan betapa kompleks dan terkoordinasinya tubuh manusia dalam mempertahankan kehidupan.
Pelajarilah dengan baik ringkasan materi IPA ini supaya lebih memahami materi mengenai Gaya dan Gerak.
Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami. ***




