POJOKSATU.id - Lembaga Universitas Republik Indonesia (URI) menggulirkan Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) sebagai bagian dari strategi menyiapkan talenta kepemimpinan untuk memperkuat tata kelola dan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Program ini dirancang untuk membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, kecakapan manajerial, serta wawasan kebangsaan.

Sebanyak 398 talenta terpilih dari sejumlah universitas mengikuti program tersebut.

Salah satu kriteria yang digunakan dalam proses seleksi adalah memiliki Intelligence Quotient (IQ) di atas 120.

Baca Juga: Unissula Semarang Beri Beasiswa Kuliah Gratis hingga Lulus untuk Penghafal Al-Qur’an

P3MD lahir dari perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sumber daya manusia berkualitas untuk memperkuat kepemimpinan dan pengelolaan BUMN.

Gubernur Lembaga URI Donny Ermawan Taufanto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya yang dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam berbagai kesempatan, Bapak Presiden kita berpidato berkali-kali menyampaikan bagaimana kondisi BUMN kita itu yang kurang baik.

Di dalam berbagai forum disampaikan, termasuk di dalam pidato kenegaraan beliau di MPR juga masih disebutkan juga.

Beliau sangat concern dengan BUMN ini sehingga beliau ingin membenahi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang bagus,” ujar Donny dalam Forum Menenun Kebijakan di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: 46 Dapur MBG di Jember Dihentikan Sementara, Gus Fawait: Bersyukur BGN Bertindak Tegas

P3MD Siapkan 398 Calon Pemimpin BUMN
Peserta P3MD direkrut dari universitas-universitas yang dinilai memiliki kualitas baik.

Mereka berasal dari kalangan mahasiswa maupun lulusan berprestasi yang kemudian ditawarkan untuk bergabung dan berkarier di BUMN.

Sebanyak 398 peserta terpilih mengikuti program tersebut. Salah satu kriteria seleksinya adalah memiliki skor IQ di atas 120.

“Ini anak-anak ini adalah kami rekrut dari universitas-universitas yang bagus dan mempunyai prestasi di universitasnya, kita tawarkan apakah mereka mau bergabung dengan BUMN.

Dan anak-anak ini diambil yang mempunyai IQ yang tinggi di atas 120,” tutur Donny.

Meski kemampuan intelektual menjadi salah satu kriteria, P3MD tidak hanya berfokus pada aspek akademik.

Baca Juga: Polresta Karawang Hadiri Apel Besar Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393

Peserta juga dibekali karakter, kemampuan manajerial, wawasan kebangsaan, hingga pengalaman kerja.

Tahapan P3MD
Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan dirancang sebagai pembinaan intensif selama sembilan bulan.

Pelaksanaannya melibatkan kerja sama lintas kementerian dan institusi, antara lain Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), serta School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).

P3MD terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu:
1. Penguatan dan pembinaan karakter
Tahap pertama berlangsung selama tiga bulan. Peserta mendapatkan pembinaan karakter untuk membangun integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan sebagai fondasi kepemimpinan.

Baca Juga: Korsleting Listrik Bawa Petaka, Dua Rumah di Kalisat Jember Ludes Terbakar, Satu Penghuni Luka-Luka

2. Pembekalan managerial skills
Tahap kedua berfokus pada penguatan dan pembekalan kecakapan manajerial. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menunjang peserta dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dan mengelola organisasi.

3. Magang atau praktik kerja
Tahap ketiga berupa magang selama dua bulan. Peserta mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja agar memahami dinamika organisasi dan dunia profesional, khususnya yang berkaitan dengan BUMN.

“Dan inilah yang kami buat. Saya diminta untuk menyelenggarakan kegiatan P3MD ini. Intinya adalah kami ada tiga tahap di P3MD ini selama 9 bulan.

Tahap pertama tiga bulan adalah penguatan karakter, pembinaan karakter. Kemudian yang tahap kedua adalah penguatan, pembekalan managerial skills. Dan tahap ketiga selama 2 bulan adalah magang,” kata Donny.

Baca Juga: Buntut Audit Satgas, Pemkab Jember Stop Operasional 46 Dapur MBG

Lembaga URI Bangun Ekosistem
Lebih lanjut, Donny menjelaskan bahwa Lembaga URI tidak dimaksudkan sebagai universitas konvensional semata.

Lembaga tersebut dirancang sebagai lembaga payung atau superholding talent pool yang mengintegrasikan berbagai pilar pendidikan, pengembangan talenta, dan kepemimpinan aparatur negara.

P3MD menjadi salah satu program dalam ekosistem tersebut untuk menyiapkan talenta yang dapat mengisi kebutuhan kepemimpinan strategis, termasuk di lingkungan BUMN.

“Jadi, jangan disalahpahamkan dengan URI lembaga URI yang di atas itu dengan URI yang nantinya akan dibentuk universitas.

Jadi, saya tidak punya kompetensi untuk menjadi rektor, Bapak-bapak dan Ibu-ibu.

Baca Juga: Farhan Perketat Pengawasan MBG di Bandung, 3 SPPG Masuk Pengawasan Khusus

Kompetensi akademi saya tidak memenuhi syarat, tapi saya ditunjuk untuk menjadi gubernur lembaga URI yang di atas yang nantinya juga akan membawahi adanya universitas yang saat ini sedang digodok di Kementerian Dikti,” jelasnya.

Ekosistem Lembaga URI nantinya juga akan memayungi Lembaga Administrasi Negara (LAN), Sekolah Unggul Garuda, program Garuda Transformasi, hingga perguruan tinggi URI yang saat ini masih disiapkan pemerintah.

Donny berharap kombinasi kemampuan intelektual, managerial skills, karakter, dan wawasan kebangsaan dapat menghasilkan talenta yang mampu membawa perubahan di BUMN.

“Diharapkan dengan punya kemampuan IQ yang tinggi, dibekali managerial skills dengan karakter yang baik dan mempunyai wawasan kebangsaan, diharapkan anak-anak ini nanti bisa mengawaki BUMN kita menjadi lebih baik,” imbuh Donny.

Baca Juga: Keluarga Masih Menanti Kabar Chief Officer KM Virgo Transport 8 Asal Karawang

P3MD akhirnya tidak sekadar menjadi program pembinaan selama sembilan bulan.

Program ini menjadi bagian dari strategi Lembaga URI dalam membangun talent pool untuk menyiapkan sumber daya manusia dengan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan di masa depan. ***