POJOKSATU.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap konsep pembelajaran yang akan diterapkan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). 

Sekolah unggulan baru tersebut akan menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum khas sekolah serta kurikulum berbasis potensi lokal untuk membentuk lulusan yang kompetitif di tingkat global tanpa meninggalkan identitas bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan SNT dirancang agar peserta didik memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur Indonesia.

"Kami ingin anak-anak memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai serta budaya luhur bangsa Indonesia," ujar Abdul Mu'ti.

Baca Juga: Ledakan Gas Grand Polonia Medan Sore Hari, PGN Ternyata Lakukan Pemeriksaan Jam 9 Malam

Kurikulum Nasional Tetap Menjadi Fondasi

Abdul Mu'ti menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak meninggalkan kurikulum nasional yang berlaku saat ini.

Kurikulum nasional tetap menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan, termasuk standar kompetensi, arah pembelajaran, hingga target capaian belajar peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran akan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami, menganalisis, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Baca Juga: Pemkab Jember Bakal Luncurkan Layanan Homecare Gratis, Begini Cara Warga Kurang Mampu Dapatkan Fasilitas 'Dokter Keluarga'

Diperkaya Kurikulum Khas Sekolah

Selain kurikulum nasional, setiap SNT akan memiliki kurikulum kekhasan sekolah yang disesuaikan dengan visi, karakter, dan program unggulan masing-masing satuan pendidikan.

Kemendikdasmen menyiapkan sejumlah bidang penguatan yang dapat menjadi ciri khas sekolah, antara lain:

  • Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports (STEAMS).

  • Kepemimpinan.

  • Penguasaan bahasa asing.

  • Penguatan karakter.

  • Literasi digital.

  • Keterampilan abad ke-21.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap setiap SNT memiliki keunggulan yang berbeda sesuai kebutuhan daerah maupun peserta didiknya.

Baca Juga: CEO School IPB Kenalkan Inovasi Nutrisi Tanaman Berbasis Silika, Bekal Peserta Kembangkan Bisnis Agritech

Muatan Lokal Menjadi Bagian Penting

SNT juga akan menerapkan kurikulum berbasis konteks lokal sebagai pelengkap pembelajaran.

Materi pembelajaran tidak hanya bersumber dari buku pelajaran, tetapi juga mengangkat potensi daerah, budaya lokal, kearifan masyarakat, hingga kebutuhan pembangunan wilayah sebagai bagian dari pengalaman belajar peserta didik.

Dengan demikian, siswa diharapkan mampu memahami lingkungan tempat tinggalnya sekaligus memiliki wawasan nasional dan global.

Berbasis Digital dan Berwawasan Global

Kemendikdasmen menekankan bahwa digitalisasi menjadi salah satu fondasi utama penyelenggaraan SNT.

Baca Juga: Dituding Proyek IRPOM Asal Jadi, Ketua Poktan Tirta Berkah Ungkap Kendala Sebenarnya

Pemanfaatan teknologi akan diterapkan dalam proses pembelajaran, didukung dengan pengayaan berstandar global untuk meningkatkan daya saing lulusan.

Meski demikian, Abdul Mu'ti menegaskan kehadiran SNT bukan untuk menciptakan kesenjangan baru dalam dunia pendidikan.

"Kami tidak menginginkan SNT menjadi ruang kemajuan yang terpisah dari sekolah-sekolah lainnya. SNT harus menjadi katalisator sekaligus mitra bagi sekolah-sekolah di sekitarnya," katanya.

Dibangun di 17 Kabupaten dan Kota

Pada tahap awal tahun 2026, Kemendikdasmen akan membangun dan mengoperasikan Sekolah Nasional Terintegrasi jenjang SMP-SMA di 17 kabupaten dan kota.

Baca Juga: Sudaryono, Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala Badan Gizi Nasional Pengganti Nanik S. Deyang, Ini Profilnya

Sambil menunggu pembangunan gedung permanen selesai, pemerintah akan membuka kelas transisi dengan memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen maupun fasilitas yang disediakan pemerintah daerah.

Sebanyak 17 lokasi pembangunan SNT meliputi:

  • Kabupaten Bogor

  • Kabupaten Cianjur

  • Kabupaten Gowa

  • Kabupaten Bone Bolango

  • Kota Tidore Kepulauan

  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

  • Kabupaten Banyumas

  • Kabupaten Jepara

  • Kota Subulussalam

  • Kota Tarakan

  • Kabupaten Donggala

  • Kabupaten Bolaang Mongondow

  • Kabupaten Minahasa Utara

  • Kabupaten Kupang

  • Kabupaten Buton Tengah

  • Kabupaten Tebo

  • Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Baca Juga: Panduan dan Jadwal Lengkap Penerimaan Murid Baru Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Melalui konsep tiga lapis kurikulum tersebut, pemerintah berharap Sekolah Nasional Terintegrasi dapat melahirkan lulusan yang unggul dalam akademik, menguasai teknologi dan bahasa asing, memiliki kepemimpinan, serta tetap memahami budaya dan potensi daerahnya. 

Namun, efektivitas implementasi program ini masih akan menjadi perhatian publik, mengingat pada saat yang sama banyak sekolah negeri reguler menghadapi persoalan kekurangan peserta didik dan ketimpangan kualitas layanan pendidikan. ***