POJOKSATU.ID - Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Majalengka menyoroti keberadaan masyarakat rentan yang selama ini sering luput dari perhatian publik dan pendataan resmi.
Fenomena ini disebut sebagai kelompok masyarakat tidak terlihat yang penderitaannya sering kali tidak disadari oleh lingkungan sekitar mereka sendiri.
Salah satu contoh nyata ditemukan pada seorang siswi Sekolah Rakyat yang sebelumnya harus tinggal menumpang di rumah orang lain karena keterbatasan ekonomi.
Melalui perbaikan sistem data sosial, pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi warga negara yang tertinggal dalam mendapatkan hak bantuan mereka.
Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Akselerasi Kualitas SDM di Majalengka Bentuk Sinergi Pusat dan Daerah
Selain urusan administratif, Gus Ipul juga meninjau langsung perkembangan perilaku siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 34 Majalengka.
Terdapat perubahan signifikan pada karakter para murid yang kini jauh lebih disiplin dan tertib dalam menjalani aktivitas harian mereka di sekolah.
Para siswa yang sebelumnya merasa malu dan kurang percaya diri kini telah bertransformasi menjadi pribadi yang lebih berani dan bersemangat.
Bahkan, beberapa siswa yang sempat putus sekolah selama bertahun-tahun kini mendapatkan kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan yang layak.
Baca Juga: Dugaan Investasi Bodong Berkedok Koperasi, Puluhan Warga Geruduk BNI Pematangsiantar
Dalam simulasi pembelajaran, para siswa menunjukkan kemajuan akademik yang luar biasa dengan menampilkan pidato dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Guru di sekolah tersebut juga memperagakan metode pembelajaran matematika yang disampaikan dengan pengantar bahasa asing untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Kebahagiaan terpancar dari para murid yang merasa senang karena dapat bersosialisasi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang desa yang berbeda.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini menjadi simbol harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Jawa Barat.
Mensos meyakini bahwa sentuhan pendidikan yang tepat dapat menjadi jalan keluar bagi masyarakat untuk keluar dari belenggu kemiskinan secara permanen.***




