POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan di media sosial oleh akun @amoriondnat baru-baru ini menyoroti sebuah isu yang cukup kontroversial di Kabupaten Cianjur.

Dalam unggahannya, akun tersebut mengomentari sebuah berita yang menyebutkan bahwa Bupati Cianjur dikabarkan akan mulai menjalankan rencana pembinaan siswa-siswi yang terindikasi LGBT.

Dalam keterangan foto di akun @cianjurlambur, tertulis bahwa "Kabupaten Cianjur bakal mulai menjalankan rencana pembinaan siswa nakal di barak TNI paska pelaporan dugaan tindak asusila ...".

Rencana ini sontak menuai berbagai reaksi di media sosial. Akun @amoriondnat dalam komentarnya menyayangkan rencana tersebut, menyebutnya sebagai bentuk "conversion therapy" yang sudah ditinggalkan oleh banyak negara dan dinilai tidak efektif serta berpotensi menimbulkan trauma.

Baca Juga: Pengunaan Bahasa Indonesia Bakal Diawasi, Ini Permennya! Segera CEK!

Isu ini menjadi perhatian karena melibatkan kebijakan pemerintah daerah terkait dengan siswa yang memiliki orientasi seksual dan identitas gender yang berbeda.

Rencana untuk mengirim siswa "terindikasi LGBT" ke barak TNI untuk pembinaan menimbulkan pertanyaan mengenai pendekatan yang akan digunakan.

Dampaknya terhadap psikologis siswa, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan keberagaman.

Baca Juga: DICARI! Aktor Pria Berusia 30-50 Tahun yang Jago Nari dan Berbadan Kekar untuk Film Terbaru Joko Anwar!

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang lebih detail dari Pemerintah Kabupaten Cianjur mengenai rencana ini.

Namun, informasi yang beredar di media sosial telah memicu diskusi dan perdebatan di kalangan warganet mengenai penanganan isu LGBT di lingkungan pendidikan.

Perkembangan lebih lanjut terkait rencana ini tentu akan terus dipantau oleh publik.***