POJOKSATU.id, KESEMPATAN besar datang dari program Magang Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tahun 2025. Ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester akhir yang sedang menuntaskan tugas akhir atau skripsi.
Dilansir dari laman resmi Direktorat Pengembangan Pendidikan USU, Kamis, 3 Juli 2025, program magang ini dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI.
Program Magang Kemenlu RI ini bermanfaat untuk meningkatkan pengalaman, relasi, dan wawasan diplomasi langsung di jantung diplomasi Indonesia.
Periode magang akan dilangsungkan selama Oktober – Desember 2025 dengan kuota terbatas. Oleh karena itu, mahasiswa yang tertarik diimbau segera mengirimkan berkas.
Berikut Berkas dan Benefit Program Magang Kemenlu;
1. Sasaran Program Magang untuk;
Mahasiswa aktif yang sedang menyusun skripsi/tugas akhir
2. Berkas yang diperlukan;
-Surat Pengantar dari Kampus
-CV Terbaru
-Transkip Nilai
3.Benefit yang Kamu Dapatkan
-Pengalaman Magang di Kementerian Luar Negeri
-Relasi dan Teman Baru
-Mempelajari Diplomasi Indonesia
-Sertifikat Magang
4.Lokasi Penempatan
-Jakarta.
5.Kirim Berkas ke Email
-Setdijen.protokolkonsuler@gmail.com
-Kepeg.protkons@kemenlu.go.id
-Berkas dikirim menggunakan email pribadi dan bukan email dengan domain kampus
-Konfirmasi pengiriman email dan pertanyaan lebih lanjut via DM Instagram @protkons_kemenlu.
Dilansir dari laman Kemenlu, Program magang Kemlu adalah peluang bagi para mahasiswa atau lulusan baru yang tertarik untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang diplomasi, hubungan internasional, dan kebijakan luar negeri.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Program magang Kemlu bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pekerjaan di Kemlu, mempersiapkan calon diplomat, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pemerintah Indonesia dan pihak-pihak lain, seperti universitas atau organisasi internasional. ***



