POJOKSATU.id - Kabar baik datang dari dunia pendidikan internasional. Dinas Pendidikan Kota Seoul, Korea Selatan, membuka kesempatan bagi siswa Indonesia untuk mengikuti program pertukaran pelajar.

Program  bertajuk International Joint Class ini menyasar siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA.

International Joint Class merupakan program pembelajaran lintas negara yang diselenggarakan secara remote antara sekolah-sekolah di Seoul dan sekolah mitra di luar negeri.

Indonesia menjadi salah satu negara yang dipercaya mengikuti program ini.

Meski berbasis daring dan berlangsung secara real time maupun non real time, program ini juga membuka peluang pertemuan luring.

Baca Juga: BACA INI! Daftar Sejumlah Rencana Program Prioritas Kemendikdasmen Tahun 2026!

Siswa Indonesia berkesempatan berkunjung ke Korea Selatan, begitu pula pelajar Seoul yang bisa datang langsung ke Indonesia.

Informasi lengkap mengenai program ini dibagikan melalui unggahan Instagram Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Seoul.

Dalam pelaksanaannya, bahasa pengantar kelas cukup fleksibel, bisa menggunakan bahasa ibu, bahasa negara mitra, bahasa Inggris, atau pilihan lainnya sesuai kesepakatan.

Pelaksanaan kelas dilakukan melalui koordinasi guru dari kedua negara, mulai dari penentuan topik hingga pengelolaan kelas bersama.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 untuk Perempuan Dibuka, Kuota S2–S3 Capai 4.000 Mahasiswa

Format pembelajaran dapat berupa daring real time melalui Zoom atau Google Meet, non real time menggunakan Padlet, maupun kombinasi dengan kegiatan luring.

Topik pembelajaran yang ditawarkan juga beragam dan relevan dengan isu global, seperti budaya, transisi ekologis atau SDGs, pemrograman dan coding, kecerdasan buatan (AI), hingga isu-isu global lainnya.

Dalam aturan kelas, guru dari sekolah mitra diwajibkan melakukan konsultasi awal terkait jadwal dan topik.

Kegiatan kelas diawali dengan perkenalan singkat, dilanjutkan pembelajaran dan aktivitas, serta ditutup dengan rangkuman bersama.

Baca Juga: Belum Valid di Info GTK? Ini Batas Waktu Perbaikan Data yang Wajib Dipahami Guru

Untuk kelas non real time, interaksi bisa dilakukan melalui umpan balik, kotak budaya, penulisan surat, media sosial, hingga email.

Lantas, bagaimana cara mendaftar? Pendaftaran dilakukan oleh guru melalui formulir online di laman resmi https://ijclass.sen.go.kr/Application.

Guru perlu mengisi data sekolah, informasi penanggung jawab, usia dan jumlah siswa, bahasa yang digunakan, jenis kelas, hingga pengalaman mengikuti kelas internasional sebelumnya.

Pendaftaran dibuka selama tautan pendaftaran masih aktif.

Baca Juga: Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Kabupaten Bogor di Salurkan Kemensos!

Program ini menjadi peluang berharga bagi siswa Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar global, memperluas wawasan, sekaligus membangun jejaring internasional sejak dini. ***