POJOKSATU.ID - Pemerintah terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) pada tahun 2026 dengan berbagai kategori sasaran.

Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) adalah inisiatif strategis pemerintah untuk memeratakan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa penuh.

Beasiswa khusus bagi siswa lulusan SMP dari wilayah Papua, daerah tertinggal (3T), dan anak-anak pekerja migran di luar negeri agar dapat melanjutkan SMA atau SMK di sekolah-sekolah terbaik di berbagai provinsi Indonesia.

Baca Juga: Bantuan PIP Cair Full! Jangan Mau Dipotong Pihak Mana Pun, Begini Aturan Mainnya!

Melalui program ini, para peserta didik tidak hanya mendapatkan biaya pendidikan dan uang saku.

Tetapi juga kesempatan untuk belajar di lingkungan yang lebih kompetitif guna memutus kesenjangan akses pendidikan antara wilayah terpencil dengan pusat kemajuan di tanah air.

Untuk program ADEM Papua, tersedia kuota bagi 500 siswa yang akan dikirim ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Bali.

Jawa Timur menjadi wilayah penerima terbanyak dengan 145 siswa, diikuti oleh Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, dan D.I. Yogyakarta sebagai destinasi belajar bagi putra-putri terbaik Papua.

Baca Juga: Kemendikdasmen: Tidak Ada Lagi Anak Indonesia yang Boleh Putus Sekolah!

Selain itu, terdapat pula program ADEM Daerah Khusus dengan total kuota 500 siswa yang akan tersebar di 11 provinsi di Indonesia.

Nusa Tenggara Timur menjadi wilayah dengan daya tampung terbesar untuk kategori ini, disusul oleh Maluku, Sumatera Utara, hingga Kepulauan Riau dan Lampung.

Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi pelajar di wilayah terpencil agar bisa mengenyam pendidikan menengah di lingkungan sekolah yang lebih kompetitif.

Terakhir, perhatian besar juga diberikan melalui ADEM Repatriasi yang menyasar 550 siswa dari Community Learning Center (CLC) atau Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia dan Arab Saudi.

Para siswa ini akan dipulangkan ke tanah air untuk menempuh jenjang SMA atau SMK terbaik yang tersebar di 12 provinsi Indonesia.

Distribusi peserta mencakup wilayah dari Banten hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara, yang bertujuan agar para anak bangsa yang berada di luar negeri tetap mendapatkan standar pendidikan nasional yang unggul di dalam negeri.***