POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memastikan percepatan pemenuhan hak-hak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang wafat dalam tragedi pembakaran Gedung DPRD Kota Makassar pada Jumat , 29 Agustus 2025.
Hal tersebut diungkap Menteri PANRB Rini Widyantini. Dia menegaskan pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan serta penghargaan kepada ASN yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
“Saya tidak ingin ada keterlambatan administrasi dalam pemenuhan hak ASN yang gugur akibat tragedi ini. InsyaAllah seluruh hak almarhum dapat diterima keluarga sesegera mungkin,” ujar Menteri Rini, dilansir dari laman resmi Kemenpanrb, Senin, 1 September 2025.
Baca Juga: Sebanyak 22 Halte Rusak, Pramono Anung: Kerugian TransJakarta dan MRT Capai 55 Miliar
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, pemerintah berkomitmen memberikan penghargaan materiel maupun nonmateriel.
Ahli waris ASN yang gugur akan memperoleh santunan kematian kerja, uang duka tewas, serta beasiswa bagi anak yang ditinggalkan.
Selain itu, ASN korban tragedi juga akan mendapatkan kenaikan pangkat anumerta sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya.
Baca Juga: Doa Bersama GRIB Jaya untuk Negeri dan Santunan 1000 Anak Yatim
“Surat Keputusan (SK) pensiun akan segera diterbitkan agar ahli waris dapat menerima hak pensiun tanpa menunggu lama,” jelas Rini.
Tak hanya ASN, pemerintah juga akan mengupayakan santunan bagi tenaga non-ASN yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Menteri Rini meminta agar penanganan korban luka yang masih dirawat intensif dilakukan secara maksimal.
Rini juga mengimbau seluruh ASN untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang kurang stabil.
Baca Juga: Akun Ahmad Sahroni Hilang, Warganet Serbu Syahroni Mantan Gelandang Timnas
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhambat. BKD, BKPSDM, dan pengelola kepegawaian di seluruh instansi harus memantau kondisi ASN dan mendorong aktivitas yang persuasif serta positif di masyarakat,” tegasnya.
Seperti diketahui, tiga ASN yang tewas saat Gedung DPRD Makassar dibakar massa demo adalah Muh. Akbar Basri (Staf DPRD Kota Makassar), Syahrina Wati (Staf DPRD Kota Makassar), dan Syaiful Akbar (Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tanah Ujung).
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka telah memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara,” ucap Rini.
Menteri Rini berharap situasi di Makassar segera kembali kondusif dan tidak ada lagi korban berjatuhan. Ia juga mendoakan agar ASN yang mengalami luka dapat segera pulih.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
“Saya berharap tidak ada lagi korban dalam demonstrasi ini, baik dari masyarakat, ASN, maupun aparat,” tutupnya. ***



