POJOKSATU.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Dr. Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan penting yang menyoroti peran strategis guru dalam menjawab tantangan zaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan kebijakan baru yang memberikan satu hari khusus setiap minggu untuk guru belajar dan mengembangkan kompetensinya.
Pada hari tersebut, guru dibebaskan dari tugas mengajar di kelas, meskipun tetap harus memenuhi kewajiban administratif sebagai aparatur sipil negara maupun tenaga pendidik.
Baca Juga: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Rizky Dukung Peningkatan Status Klinik Parung Jadi RSUD Type C
“Kami baru saja menerbitkan kebijakan-kebijakan yang memberikan ruang kepada para guru untuk dapat bekerja dengan sebaik-baiknya,” kata Mu’ti, dikutip dari kanal YouTube Ditjen GTK, Kamis (15/5/2025).
Menurutnya, ruang ini penting agar guru bisa melakukan refleksi, memperbarui wawasan, serta meningkatkan keterampilan pedagogis dan digital.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa guru di era digital tidak lagi cukup hanya menguasai materi ajar, melainkan harus berkembang menjadi fasilitator, mentor, dan mitra belajar bagi siswa.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini dunia memasuki era eksponensial-masa di mana perkembangan teknologi berlangsung begitu cepat dan mengubah hampir seluruh aspek kehidupan.
Baca Juga: Mayat Pria Misterius Mengambang di Saluran Irigasi Jayakerta Karawang
Hal ini tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan belajar, tetapi juga memengaruhi nilai, norma sosial, hingga pola pikir generasi muda.
“Sekarang kita hidup dalam era digital, era di mana kita juga dituntut untuk menguasai kemampuan yang merupakan konsekuensi dari dunia digital itu,” ujar Mu’ti.
“Teknologi tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga membentuk kembali orientasi dan pandangan hidup anak-anak kita,” imbuhnya.
Dalam menghadapi realitas ini, guru tidak bisa sekadar menjadi pengajar konvensional. Mereka dituntut untuk menjadi pendamping dalam proses transformasi siswa.
Guru harus mampu memahami perubahan pola pikir generasi digital, yang cenderung lebih adaptif, visual, dan terbiasa dengan interaksi berbasis teknologi.
Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi proses pembentukan manusia seutuhnya.
Dalam konteks inilah, guru diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai etika, kemampuan berpikir kritis, keterampilan kolaboratif, dan kreativitas pada siswa.
Perubahan ini juga mencerminkan visi pemerintah dalam mewujudkan Generasi Emas 2045, yakni generasi yang diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berdaya saing tinggi pada usia 100 tahun kemerdekaannya.
Peran guru dinilai sangat vital dalam misi besar ini.
Baca Juga: 100 Slop Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia Disita Bea Cukai Arab Saudi, Potensi Bayar Denda
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi arsitek masa depan bangsa,” ungkap Mu’ti.
“Penguatan kapasitas guru adalah salah satu pilar utama dalam transformasi pendidikan nasional.”
Mewujudkan Ekosistem Belajar yang Adaptif
Dalam era yang penuh perubahan ini, guru diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Baca Juga: Warga Batujaya Karawang Kecewa Penolakan KUR oleh Bank Mandiri, Siap Tempuh Jalur Hukum
Ia juga mengajak para guru untuk terus belajar dan bertumbuh bersama murid, karena hanya dengan demikian pendidikan Indonesia akan mampu merespons dinamika global dan sosial yang semakin kompleks.
Melalui kebijakan reflektif dan inovatif seperti Hari Belajar Guru, serta pesan moral yang kuat untuk para pendidik, pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjadikan guru sebagai pusat perubahan pendidikan nasional.
Pernyataan Abdul Mu’ti bukan hanya sekadar ajakan, melainkan juga cerminan visi jangka panjang pemerintah dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh dan adaptif.
Guru Indonesia diharapkan menjadi pelaku utama dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan bangsa.
Dengan guru yang terus belajar dan berkembang, sistem pendidikan Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan era digital dan mengantar generasi muda menuju masa depan yang gemilang. ***




