POJOKSATU.ID - Bareskrim Polri sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus penipuan magang mahasiswa ferien job di Jerman. Termasuk guru besar Universitas Jambi, Sihol Situngkir (SS).

Selain Sihol, dua dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga terseret dalam kasus ferien job ini. Yakni AJ (52 tahun) dan MZ (60 tahun).

Dua tersangka lainnya adalah WNI yang berada di Jerman, yaitu Direktur PT SHB, Enik Waldkonig (39 tahun), serta pemilik PT CVGEN, A alias AE (37 tahun).

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Indonesia jadi Korban Ferien Job di Jerman, Begini Penjelasan Pihak Kemendikbudristek

"Lima orang tersangka ini memiliki peran berbeda-beda, mulai dari agen yang menawarkan program, pihak universitas yang mensosialisasikan, hingga yang menawarkan program kepada mahasiswa," ungkap Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardji Puro di Mabes Polri, Rabu (27/3/2024).

Kelima tersangka dijerat pasal berlapis. Antara lain dianggap melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Kemudian sangkaan subsidernya adalah Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Baca Juga: Ini Daftar Nama Honorer Kemenag Wajib Pemutakhiran Data, Jika Ingin Diangkat PPPK 2024

Peran Para Tersangka Ferien Job

SS

  • Membawa program ferien job ke universitas.
  • Mengemas ferienjob sebagai program magang MBKM Kemendikbudristekdikti.
  • Mensosialisasikan ferienjob sebagai program magang di Jerman.
  • Menjanjikan ferien job sebagai program unggulan untuk bekerja dan dapat dikonversikan dengan 21 SKS.
  • Mengenalkan PT SHB dan CV Gen ke pihak kampus.

AJ

  • Menjadi ketua pelaksana seleksi ferien job.
  • Memfasilitasi mahasiswa yang mengikuti ferien job.
  • Mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan dana talangan dari koperasi ke universitas.
  • Membiarkan mahasiswa bekerja tidak sesuai MoU. Mengintervensi mahasiswa untuk tetap bekerja di Jerman.

Baca Juga: Info Penting Buat Sekolah Belum Kurikulum Merdeka, Batas Pendaftaran Hanya Sampai 28 April, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

MZ (Ketua LP3N)

  • Mempromosikan LP3N sebagai program pelaksanaan ferienjob.
  • Memfasilitasi mahasiswa untuk meminjam dana talangan untuk mengikuti ferienjob.
  • Menjamin dana talangan dari koperasi.

ER alias EW (Dirut PT SHB)

  • Menjalin kerjasama dan menandatangani MoU dengan UNJ.
  • Menjanjikan dana CSR PT SHB kepada UNJ.
  • Bekerjasama dengan CVGEN untuk mengurus persyaratan pemberangkatan.
  • Bekerjasama dengan agensi di Jerman untuk penempatan mahasiswa.
  • Menempatkan mahasiswa untuk dipekerjakan di Jerman.

A alias AE

  • Mempresentasikan program ferienjob ke universitas.
  • Meyakinkan mahasiswa untuk mengikuti program tersebut.
  • Membebankan biaya pendaftaran program ferienjob.
  • Mengurus dan mengarahkan pembuatan visa wisata bagi para korban.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena banyaknya mahasiswa yang menjadi korban penipuan.

Baca Juga: Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu, Jam Kerja dan Gaji, Inikah Maksud Menteri Azwar Anas Sebut Seleksi PPPK 2024 Hanya Formalitas?

Bareskrim Polri mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengikuti program magang ke luar negeri.

Kronologis Kasus Penipuan Magang Mahasiswa

Kasus ini berawal saat puluhan kampus menjalin kerja sama dengan perusahaan agensi, PT SHB dan PT CVGEN.

Dalam sosialisasi ke sejumlah kampus dua perusahaan ini menggandeng Sihol untuk bicara soal program magang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Kampus yang mengirim mahasiswanya ke Jerman, misalnya UNJ, tertarik dengan program ini karena disebut masuk dalam bagian MBKM dan bisa dikonversi menjadi 21 SKS.

Pihak UNJ diduga percaya karena disampaikan oleh Sihol, guru besar Universitas Jambi.

Baca Juga: Ini Komponen THR dan Gaji 13 tahun 2024, Ada Tambahan 1 Bulan Tunjangan Sertifikasi Guru, Awal April Auto Tajir Melintir

Meski demikian, Sihol mengklaim kedatangannya ke kampus-kampus hanya sebagai narasumber untuk menjelaskan program MBKM yang sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Sihol juga membantah jika selama sosialisasi mengenai program magang ferienjob pernah mengatakan bisa dikonversikan menjadi 21 SKS.

Keputusan mengonversi ferien job menjadi 21 SKS, kata Shiol merupakan kebijakan kampus itu sendiri.

“Saya tidak punya hak memberikan jaminan, saya tidak mencampuri seperti apa bobot SKS yang mereka buat,” terang Sihol.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati menegaskan ferien job di Jerman ini bukan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek.

Hal itu disampaikan Kiki dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4/2024).

Menurut Kiki, ferien job tidak cocok dengan program MBKM yang diselenggarakan Kemendikbudristek.***