POJOKSATU.ID - Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Kemensos mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan seluruh kepala Sekolah Rakyat dan perwakilan dinas sosial se-Indonesia secara daring.
Pertemuan strategis ini krusial dilakukan karena adanya masa transisi dari bentuk Sekolah Rakyat rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan para kepala sekolah untuk mempersiapkan seluruh tahapan operasional dengan sangat teliti guna mengantisipasi hambatan.
Ia menekankan pentingnya manajemen yang solid yang mencakup perencanaan matang, pengendalian ketat, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.
Baca Juga: Kemensos Lindungi Penerima Manfaat PKH dengan Digitalisasi Dapat Ungkap Pelanggaran Etik
Setidaknya ada tiga aspek kesiapan yang wajib dipenuhi oleh pihak manajemen, yaitu sarana prasarana, kesiapan siswa, serta kesiapan guru.
Terkait infrastruktur, gedung dan bangunan yang digunakan tidak boleh hanya sekadar berdiri megah tanpa fungsi optimal.
Semua fasilitas penunjang utama seperti instalasi air bersih dan aliran listrik harus dipastikan sudah siap pakai sebelum kegiatan MPLS resmi dimulai.
Dari sisi kepegawaian, lembaga yang langsung memulai status permanen tanpa fase rintisan akan dibantu oleh tenaga pendidik sementara dari pemerintah daerah dan pendamping sosial sembari menunggu rekrutmen resmi pada awal Agustus 2026.
Kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama di lapangan diwajibkan untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, status kepesertaan para siswa juga harus segera diselesaikan melalui pleno penetapan oleh kepala daerah masing-masing.
Melalui persiapan manajemen yang terstruktur ini, diharapkan segala potensi kendala teknis dapat diatasi lebih awal oleh tim Kementerian Sosial.
Sinergi yang kuat antara kepala sekolah dan dinas sosial menjadi penentu keberhasilan masa transisi ini.***




