POJOKSATU.id, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menawarkan jalur Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) mulai tanggal 22 April 2025.

UM-PTKIN menjadi alternatif bagi calon mahasiswa pendaftar seleksi yang gagal masuk UIN Jakarta lewat jalur prestasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

UIN Jakarta menawarkan berbagai program studi (prodi) bagi pendaftar UM-PTKIN yang sama sebanyak 30 prodi.

Baca Juga: Tambahan 1 Bulan Tunjangan Sertifikasi Guru dalam Pencairan THR 2025: Pahami Regulasi dan Prosedurnya

“Adik-adik siswa-siswi dan santri yang belum beruntung di Jalur SPAN-PTKIN atau tidak eligible di jalur tersebut tidak perlu berkecil hati, karena peluang masih terbuka lebar di Jalur UM-PTKIN,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaenal Muttaqin, di Jakarta, Kamis, 3 April 2025, dilansir Pojoksatu.id dari laman resmi kampus UIN.

Seperti halnya di jalur SPAN PTKIN, di Jalur UM-PTKIN ditawarkan 30 program studi sebagai berikut;

1. Pendidikan Agama Islam
2. Pendidikan Bahasa Arab
3. Tadris Bahasa Inggris
4. Tadris Biologi
5. Tadris Fisika
6. Manajemen Pendidikan
7. Tadris Bahasa Indonesia
8. Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
9. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
10. Pendidikan Islam Anak Usia Dini
11. Bahasa dan Sastra Arab
12. Sejarah Peradaban Islam
13. Tarjamah
14. Studi Agama-Agama
15. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
16. Ilmu Hadis
17. Aqidah dan Filsafat Islam
18. Ilmu Tasawuf
19. Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)
20. Perbandingan Mazhab
21. Hukum Tata Negara (Siyasah)
22. Hukum Pidana Islam (Jinayah)
23. Hukum Ekonomi Syariah (Mua’malah)
24. Komunikasi dan Penyiaran Islam
25. Bimbingan Penyuluhan Islam
26. Dirasat Islamiyah
27. Manajemen Dakwah
28. Pengembangan Masyarakat Islam
29. Perbankan Syariah
30. Ekonomi Syariah

Zaenal mengungkapkan peluang diterima di jalur UM-PTKIN bisa lebih besar dibanding jalur SPAN-PTKIN.

Baca Juga: Era Kecerdasan AI, Bill Gates Prediksi Guru dan Dokter akan Hilang dalam 10 Tahun Mendatang

Pasalnya, di jalur ini UIN Jakarta membuka kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 2.856 mahasiswa baru, jauh lebih banyak dibanding kuota SPAN PTKIN sebanyak 1.236 mahasiswa baru.

Pendaftaran jalur UM-PTKIN bisa dilakukan secara daring melalui laman adisi yang sudah disediakan Panitia Nasional PMB PTKIN (https://um.ptkin.ac.id/).

Sedangkan, untuk seleksinya sendiri, diselenggarakan secara luring di PTKIN Titik Lokasi Ujian yang dipilih oleh peserta dengan menggunakan aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE) , baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban.

Jadwal

Zaenal menjelaskan jalur UM-PTKIN, dimulai dibuka pada Selasa 22 April 2025 pukul 08.00 WIB sampai Rabu 28 Mei 2025 pukul 15.00 WIB.

Persyaratan Umum

Jalur UM-PTKIN sendiri bisa diikuti siswa pada hampir seluruh satuan Pendidikan. Diantaranya Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Pendidikan Diniyah Formal, Pendidikan Kesetaraan Pondok Pensantren Salafiyah, Mu'adalah Muallimin, Mua'dalah Salafiyah, atau sederajat lulusan tahun 2023, 2024, dan 2025.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Guru Non ASN dapat Bantuan Insentif Ratusan Ribu per Bulan, Persyaratannya Apa Saja? Cek di Sini!

Selain itu, peserta wajib memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Email yang aktif dan dapat dihubungi, Nomor WhatsApp yang aktif dan dapat dihubungi. Peserta melakukan pendaftaran secara mandiri pada laman https://um.ptkin.ac.id.

Peserta melakukan pembayaran biaya pendaftaran senilai Rp200.000,- melalui bank yang ditetapkan oleh Panitia Nasional.

Biaya pendaftaran yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

Dalam ujian ini, peserta bisa memilih maksimal 3 (tiga) Program Studi pada PTKIN/PTN. Peserta juga bisa memilih PTKIN/PTN Titik Lokasi Ujian.

Baca Juga: Dukung Arus Mudik Lebaran 2025, PELNI Siapkan 4.625 Tiket Gratis untuk 15 Rute Perjalanan

Untuk materi ujiannya sendiri, jalur UM-PTKIN akan mengujikan empat jenis materi yaitu Penalaran Akademik, Penalaran Verbal, Penalaran Matematika, Literasi Membaca, dan Literasi Ajaran Islam.

Masing-masing penalaran ini diujikan untuk mengukur kemampuan potensi calon mahasiswa dari sisi akademik, verbal, kemampuan berfikir matematis, kemampuan memahami bacaan, dan keluasan pengetahuan keislaman. ***