POJOKSATU.ID - Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri baru saja menyambangi SMA Negeri 2 Merauke, Papua Selatan, pada Jumat, 9 Januari 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada sekitar 1089 siswa-siswi sekolah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Densus 88 menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh elemen sekolah terhadap berbagai upaya pemecahan belah bangsa.

Ancaman paham IRET saat ini dinilai semakin kompleks karena tidak hanya menyebar melalui interaksi tatap muka, tetapi juga masif merambah melalui media sosial dan platform elektronik lainnya.

Baca Juga: Nusantara Standard Test 2026 Jadi Bagian Seleksi Nasional Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Para siswa dan guru diingatkan untuk memiliki filter yang kuat saat mengonsumsi konten digital.

Hal ini mencakup sikap selektif dalam mengikuti kajian-kajian yang mengatasnamakan agama, serta tidak mudah tergiur oleh ajakan atau unggahan di media sosial yang berpotensi mengandung doktrinasi paham berbahaya.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam sosialisasi ini adalah munculnya gerakan-gerakan modern yang mengadopsi ideologi lama yang destruktif, seperti Neo-Nazi.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa IRET merupakan jalur masuk atau sarana penyebaran.

Baca Juga: Profil SMA Kemala Taruna Bhayangkara: Sekolah Berasrama dengan Kurikulum Internasional POLRI

Sementara paham seperti Neo-Nazi—yang berusaha menghidupkan kembali ideologi Nazi Jerman—menjadi salah satu muatan radikal yang patut diwaspadai di era sekarang.

Melalui langkah preventif ini, diharapkan generasi muda di Merauke memiliki ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi arus informasi yang dapat merusak persatuan bangsa.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

 

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala