POJOKSATU.id — Banyak peserta bertanya-tanya, kalau iuran BPJS Kesehatan sudah dibayar tiap bulan tapi belum pernah dipakai, sebenarnya uang itu digunakan untuk siapa?
Pertanyaan seperti ini wajar muncul, apalagi ketika banyak orang mengira BPJS bekerja seperti tabungan pribadi.
Perlu diketahui, konsep BPJS Kesehatan berbeda jauh dengan tabungan atau asuransi komersial.
Sistem yang berjalan di Indonesia adalah jaminan kesehatan nasional berbasis gotong royong.
Oleh karena itu, dana yang terkumpul setiap bulan berasal dari seluruh peserta dan dipakai untuk membiayai peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.
Secara sederhana, sistem ini digambarkan sebagai bentuk solidaritas. Mereka yang sehat membantu peserta yang sedang sakit.
Baca Juga: Selamatkan Ciremai, Obor Cirtim : Pengusaha Rusak Kawasan Lereng Gunung
Nantinya ketika peserta yang sehat jatuh sakit, biaya tersebut akan dibantu kembali oleh peserta lain melalui iuran yang mereka bayarkan.
Model seperti ini membuat seluruh peserta tetap tercakup perlindungan, meskipun ada yang jarang berobat atau bahkan bertahun-tahun tidak menggunakan fasilitas kesehatan.
Iuran yang dibayarkan setiap bulan tidak hilang begitu saja, tetapi masuk ke dalam dana jaminan kesehatan nasional untuk menutup berbagai layanan.
Mulai dari pemeriksaan, rawat jalan, hingga tindakan operasi dengan biaya yang sering kali cukup besar.
Sistem gotong royong ini juga menjadi alasan mengapa iuran BPJS dapat dipertahankan tetap terjangkau.
Semakin banyak peserta yang ikut, semakin kecil beban masing-masing, sementara akses layanan kesehatan tetap terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan.
Baca Juga: PKK Mengajar Resmi Digelar di SMAN 2 Serang, Tinawati Dorong Siswa Lebih Berani dan Mandiri
Dengan konsep ini, peserta tidak perlu khawatir meskipun belum pernah menggunakan BPJS Kesehatan. Justru, itu tandanya kondisi kesehatan kamu masih baik.
Namun, ketika suatu hari kamu membutuhkan perawatan, layanan tersebut akan tetap tersedia tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.***




