POJOKSATU.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memantapkan langkah transformasi penerimaan mahasiswa baru.

Mulai 2026, ITB memperluas jalur masuk melalui skema nasional, yakni SNBP, SNBT, serta jalur baru Seleksi Siswa Unggul (SSU).

Tak hanya itu, jalur internasional melalui International Undergraduate Program (IUP) juga diperkuat.

Baca Juga: Sidang Memanas, Bukan Lagi Soal Ijazah, Gugatan Rp125 Triliun Gibran Ditentukan oleh Kewenangan Hakim

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., menegaskan pembaruan ini sebagai strategi menjaring putra-putri terbaik bangsa.

“ITB senantiasa berkomitmen menjaring talenta-talenta unggul dari berbagai penjuru untuk mencetak pemimpin masa depan yang inovatif dan berkarakter.

Penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa tahun 2026 dilakukan agar ITB memperoleh talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Baca Juga: Gaji PPPK BGN 2025 Tertinggi Tembus Rp7 Juta, Terendah Dapat Berapa?

Menurut Prof. Irwan, melalui SNBP, SNBT, SSU, hingga IUP, ITB membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa terbaik untuk bergabung.

“Dengan membuka berbagai jalur penerimaan, ITB memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa untuk belajar serta berperan dalam membawa perubahan bagi bangsa,” tambahnya.

Antusiasme publik terlihat jelas saat Open House Pendidikan ITB 2025 yang digelar Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung.

Baca Juga: Gantikan Arif Satria, Rektor IPB University Termuda Ini Dilantik, Dr Alim Setiawan Diberi Amanat Revisi Renstra 2045

Lebih dari 23.000 pendaftar dari berbagai daerah hadir. Pengunjung tidak hanya mengenal program studi, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai riset unggulan, peluang karier, serta mekanisme seleksi mahasiswa baru di ITB.

Penyesuaian Jalur Nasional dan Hadirnya SSU
Dalam kebijakan terbaru ini, ITB melakukan penyesuaian kuota SNBP dan SNBT secara proporsional agar akses pendidikan tetap adil dan terdistribusi.

Selain itu, jalur seleksi mandiri bertransformasi menjadi Seleksi Siswa Unggul (SSU).

Baca Juga: Indonesia Dikepung 3 Siklon! Geger Nasional, BMKG Warning Cuaca Ekstrem Bisa Meledak Kapan Saja

SSU dirancang lebih inklusif dengan menekankan keunggulan akademik dan nonakademik. Jalur ini terbagi menjadi dua skema, yakni nontes dan tes reguler.

Skema nontes diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik, talenta nasional seperti eks-OSN, serta keunggulan di bidang seni, olahraga, budaya, keagamaan, dan afirmasi wilayah 3T.

Sementara itu, skema tes reguler menggunakan ITB AQ Test, dengan tambahan Tes Gambar khusus bagi peminat FSRD dan Arsitektur.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Dorong Pengasuhan Ramah Anak lewat Sertifikasi TAMASYA di Indramayu

Direktur Penerimaan Mahasiswa ITB, Achmad Syarief, S.Sn., M.S.D., Ph.D., menilai perubahan ini sebagai langkah signifikan menuju seleksi yang lebih berkeadilan.

“SSU menekankan pada penjaringan siswa dengan potensi dan talenta unggul. Ini jalur prestasi, bukan jalur finansial. Kami ingin memberikan peluang bagi talenta dari seluruh Nusantara agar dapat berkembang melalui pendidikan ITB,” jelasnya.

27 Program Studi IUP dan Program S1–S2 Terintegrasi
Di sisi internasional, ITB memperluas cakupan International Undergraduate Program.

Baca Juga: FANTASTIS! PPPK BGN 2025 Dapat Tunjangan yang Berbeda Dengan Gaji Pokok, Ini Daftarnya

Jika sebelumnya hanya delapan program studi, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 27 program studi IUP.

Melalui program ini, perkuliahan menggunakan pengantar bahasa Inggris, dilengkapi peluang studi ke luar negeri, pertukaran mahasiswa, hingga program gelar ganda dengan perguruan tinggi mitra internasional.

ITB juga memperkenalkan Program Integrasi Sarjana–Magister (PISM).

Baca Juga: Setelah Pendataan Non-ASN 2025, Pemerintah Pastikan Tak Ada Lagi Honorer Mulai 2026

Program ini memberi kesempatan mahasiswa sarjana berprestasi untuk menempuh pendidikan S1 dan S2 dalam waktu sekitar lima tahun.

Skema ini diharapkan membuat proses pendidikan lebih efisien tanpa mengurangi kedalaman keilmuan.

Selama Open House Pendidikan ITB 2025, ribuan pengunjung mengikuti sesi “Mengenal Lebih Dalam Fakultas dan Sekolah” yang digelar seluruh fakultas dan sekolah.

Baca Juga: Ayah Korupsi Rp55 Miliar, Anak Tersandung Ujaran Kebencian, Dua Generasi yang Sama-Sama Disorot

Sesi ini memberi gambaran tentang bidang keilmuan, riset terkini, serta prospek karier lulusan ITB. ***