POJOKSATU.id — IPB University membuka Seleksi Penerimaan Calon Dosen Tetap Non-PNS Tahun 2025.
Rekrutmen ini dilakukan untuk memperkuat peran dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi pilar utama pengembangan inovasi kampus.
Kesempatan ini dibuka untuk berbagai bidang keilmuan, utamanya yang berkaitan dengan pertanian, lingkungan, teknologi, kesehatan, ekonomi, hingga ilmu sosial.
Baca Juga: Tips Make Up Anti Crack dan Tahan Badai, Aman Buat Kamu yang Aktivitas Indoor dan Outdoor
Total terdapat 100 formasi yang disediakan di 13 fakultas dan sekolah, yaitu:
1. Fakultas Pertanian (FAPERTA)
2. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
3. Fakultas Peternakan (FAPET)
Baca Juga: Jenis Hijab yang Oke Dipakai Ketika Traveling, Sat Set dan Tetap Trendy!
4. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (FAHUTAN)
5. Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA)
6. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Baca Juga: Siap Maju ke Kongres Nasional, 40 Pengurus ROHIS SMA/SMK Jatim Resmi Dikukuhkan Kemenag
7. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM)
8. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA)
9. Fakultas Kedokteran (FK)
10. Sekolah Vokasi (SV)
11. Sekolah Bisnis (SB)
Baca Juga: Bayi 11 Bulan di Karawang Sakit Demam Setelah Ibunya Dijebloskan ke Penjara
12. Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB)
13. Sekolah Sains Data, Matematika dan Informatika (SSMI)
IPB menekankan bahwa dosen tetap non-PNS yang direkrut tidak hanya berperan dalam kegiatan akademik, tetapi juga didorong berkontribusi dalam jejaring riset nasional maupun internasional.
Baca Juga: Bocah 8 yang Terseret Arus di Pamulang Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa
Persyaratan umum yang harus dipenuhi meliputi Warga Negara Indonesia, sehat jasmani rohani, berintegritas, mampu bekerja dalam tim, tidak terlibat politik praktis, serta bebas dari narkoba.
Selain itu, pelamar wajib belum memiliki NUPTK dari perguruan tinggi lain dan berusia maksimal 45 tahun pada 31 Oktober 2025.
Dari sisi kompetensi akademik, kualifikasi pendidikan minimal S1 dan/atau S2, dan lebih diutamakan lulusan program studi dari perguruan tinggi yang masuk Top 100 QS World University Ranking by Subject atau perguruan tinggi luar negeri berpotensi global di negara OECD, BRICS, dan G20.
Pelamar dengan kualifikasi doktoral (S3) atau sedang menempuh S3 juga menjadi prioritas utama.
Kemampuan bahasa Inggris sudah menjadi standar wajib, dibuktikan dengan skor TOEFL minimal 550 (PBT), 213 (CBT), 80 (IBT), atau IELTS 6.5 yang berlaku maksimal dua tahun.
Pelamar juga diharapkan memiliki rekam jejak prestasi internasional serta pengalaman mengikuti kegiatan mobilitas global seperti pelatihan, seminar, penelitian kolaboratif, hingga pertukaran akademik.
Bagi pelamar lulusan S2 dalam negeri yang lolos seleksi, terdapat ketentuan khusus yakni wajib melanjutkan studi S3 ke luar negeri maksimal dalam jangka tiga tahun sejak diterima sebagai dosen tetap non-PNS.
Apabila tidak dipenuhi, status kepegawaian dapat dicabut.
Sementara untuk pelamar S3, syarat tambahan berupa H-index Google Scholar minimum 5 untuk bidang sains dan teknologi, serta minimum 3 untuk bidang sosial humaniora.
Baca Juga: Pembangunan Stadion Internasional di Depok Dapat Dukungan Pemerintah Pusat
Selain itu, mereka harus menunjukkan kontribusi nyata dalam publikasi dan jaringan akademik tingkat internasional.
IPB University hanya memperbolehkan pelamar untuk mendaftar satu formasi yang sesuai dengan bidangnya.
Setiap pelamar juga harus melampirkan dua surat rekomendasi dari dosen tetap IPB atau institusi asal.
Seleksi ini menjadi kesempatan besar bagi para akademisi muda untuk berkarier di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang berorientasi pada riset dan inovasi.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya. ***




