POJOKSATU.id — Kasus keracunan makanan yang menimpa anak di sekolah beberapa waktu terakhir semakin menegaskan betapa pentingnya peran guru dalam menjaga kesehatan peserta didik.
Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Yogi Prawira, menekankan perlunya guru dibekali kemampuan dasar menangani anak yang mengalami keracunan.
Langkah Pertama Saat Anak Keracunan
Yogi menjelaskan, guru harus segera menghentikan konsumsi makanan atau minuman yang dicurigai.
“Tentu yang pertama kita pastikan makanan atau minuman yang dicurigai itu harus dibuang, jangan dikonsumsi lagi, jangan disayang-sayang gitu ya.
Kemudian anak-anak yang mengalami keracunan harus istirahat, aktivitasnya dihentikan dulu,” jelasnya dalam diskusi kesehatan yang digelar secara daring, Sabtu (27/9/2025).
Guru juga disarankan mencatat gejala yang dialami anak, seperti muntah, diare, atau tanda-tanda dehidrasi.
Dengan begitu, kondisi anak bisa terpantau secara jelas bila harus dirujuk ke tenaga medis.
Kapan Harus Dirujuk ke Rumah Sakit
Menurut Yogi, memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi menjadi langkah penting berikutnya.
Dehidrasi sering muncul akibat muntah dan diare, sehingga pemberian cairan yang cukup dapat mencegah kondisi memburuk.
Jika kasus keracunan dialami lebih dari satu anak, guru wajib melapor ke pihak berwenang agar segera dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Anak dengan kondisi serius harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Gejala yang patut diwaspadai meliputi muntah hebat hingga tidak bisa diberikan asupan, buang air besar berdarah, demam tinggi di atas 38–38,5 derajat Celcius, serta tanda dehidrasi seperti lemas, bibir kering, haus berlebihan, dan urine yang pekat atau sedikit.
Baca Juga: Menelisik Tragedi Keracunan MBG di Bandung Barat, Antara Cacat Sistemik atau Kelalaian Teknis
“Atau anaknya awalnya masih baik, tapi dilaporkan diarenya nggak berhenti-berhenti sudah lebih dari 72 jam, maka ini harus segera dibawa ke rumah sakit,” tegas Yogi.
Peran Guru dalam Pencegahan
Selain penanganan, guru juga berperan penting dalam pencegahan.
Yogi mengingatkan agar guru aktif memantau kelayakan makanan yang disajikan di sekolah. Dengan begitu, risiko keracunan bisa ditekan sejak awal.
Namun, tugas ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada guru.
Diperlukan kerja sama dengan pihak terkait, termasuk penyelenggara program makanan di sekolah, untuk memberikan edukasi dan pembekalan.
“Harus ada satu sistem atau struktur yang membekali guru dengan pengetahuan. Apakah ada modul-modul tertentu yang harus mereka pelajari, itu penting,” tambahnya.
Pentingnya Sistem Edukasi Terpadu
Yogi menilai, sekolah sebaiknya memiliki sistem terpadu terkait keamanan makanan dan penanganan darurat kesehatan anak.
Modul pelatihan, simulasi penanganan, hingga prosedur pelaporan bisa menjadi bekal nyata bagi guru dalam menghadapi kasus keracunan di sekolah.
Dengan begitu, guru tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga garda terdepan dalam melindungi kesehatan anak di lingkungan sekolah.
Poin-Poin Penting yang Harus Dilakukan Guru Saat Anak Keracunan
-
Buang makanan/minuman yang dicurigai agar tidak dikonsumsi lagi.
-
Hentikan aktivitas anak dan biarkan beristirahat.
-
Catat gejala yang timbul seperti muntah, diare, atau tanda dehidrasi.
-
Pastikan asupan cairan anak tercukupi untuk mencegah dehidrasi.
-
Laporkan kejadian ke pihak berwenang bila lebih dari satu anak mengalami keracunan.
Baca Juga: JPPI Temukan Tiga Masalah Utama Kekacauan MBG, Minta Agar Dapur SPPG Dihentikan, Pemerintah Respon Begini -
Rujuk anak ke rumah sakit jika gejala serius muncul: muntah hebat, BAB berdarah, diare lebih dari 72 jam, demam tinggi, atau tanda dehidrasi berat.
-
Ikut memantau kelayakan makanan di sekolah sebagai langkah pencegahan.
-
Dukung pelatihan dan edukasi guru agar lebih siap menghadapi kasus darurat di sekolah.
Baca Juga: Ini Dia 7 Jurus BK Hebat, Mengubah Ruang Konseling Jadi Rumah Pulang bagi Siswa
Semoga informasi ini bermanfaat.
Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Artikel menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




