POJOKSATU.id, MENCARI jurnal internasional gratis untuk publikasi ilmiah menjadi rutinitas bagi para dosen dan peneliti.
Selain menghemat biaya publikasi, jurnal yang bersifat gratis juga memberi peluang lebih luas untuk menyebarkan hasil penelitian kepada khalayak.
Namun, bukan hanya soal gratis, sebagian besar akademisi kini lebih memilih jurnal Open Access (OA) karena memberikan manfaat lebih besar.
Hasil penelitian yang dimuat di jurnal OA dapat diakses dan dibaca oleh siapa pun tanpa batasan biaya.
Lalu, apa sebenarnya jurnal Open Access itu? Dan jurnal mana saja yang bisa dijadikan pilihan publikasi ilmiah secara gratis dan sudah terindeks Scopus?
Baca Juga: 8 Hal yang Wajib Disiapkan Dosen Saat Menghadapi Monev Hibah PenelitianBaca Juga: 8 Hal yang Wajib Disiapkan Dosen Saat Menghadapi Monev Hibah Penelitian
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini
Apa Itu Jurnal Open Access (OA)?
Dalam dunia publikasi ilmiah, dikenal dua jenis jurnal, yaitu Open Access (OA) dan Close Access (Subscription Journal).
Dikutip dari Unit Pengelola Jurnal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, jurnal OA merupakan publikasi yang memberikan akses penuh kepada masyarakat untuk membaca, mengunduh, mencetak, serta mendistribusikan artikel yang terbit secara gratis.
Sebaliknya, jurnal close access atau subscription journals bersifat berbayar.
Artinya, hanya pembaca yang berlangganan atau membayar biaya tertentu yang bisa membaca dan mengunduh artikelnya.
Bagi para dosen dan peneliti, jurnal OA menjadi pilihan utama karena memperluas jangkauan pembaca.
Baca Juga: Lomba Catur Antar OPD Siap Panaskan HUT Banten ke-25
Hasil penelitian pun dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pihak, sekaligus meningkatkan peluang sitasi karena artikelnya lebih sering dikutip oleh peneliti lain.
Perbedaan Jurnal Close Access dan Open Access
Meski keduanya sama-sama kredibel, ada sejumlah perbedaan mendasar antara jurnal OA dan jurnal close access.
Berikut beberapa perbedaan utama:
1. Aksesibilitas
Jurnal OA memberikan akses gratis kepada publik tanpa perlu berlangganan. Siapa pun dapat membaca dan mengunduh artikelnya kapan saja.
Sementara itu, jurnal close access mengharuskan pembaca membayar biaya langganan untuk mendapatkan akses penuh terhadap artikel yang diterbitkan.
2. Model Pendanaan
Setiap jurnal memerlukan biaya operasional. Pada jurnal OA, dana operasional biasanya berasal dari biaya publikasi (Article Processing Charge/APC) yang dibayarkan oleh penulis.
Namun, ada juga jurnal OA yang sepenuhnya gratis, karena didanai oleh lembaga, universitas, atau yayasan yang menaunginya.
Inilah alasan mengapa ada daftar jurnal internasional OA gratis yang bisa digunakan dosen dan peneliti untuk publikasi ilmiah.
Sementara itu, jurnal close access memperoleh dana dari pembaca yang membayar biaya berlangganan.
3. Visibilitas dan Dampak Publikasi
Jurnal OA memiliki visibilitas yang tinggi karena bisa diakses oleh siapa saja. Dampak publikasi pun lebih luas karena semakin banyak pihak yang membaca dan mengutip hasil penelitian.
Sebaliknya, jurnal close access memiliki visibilitas terbatas karena hanya bisa diakses oleh pembaca berbayar, sehingga potensi sitasinya lebih rendah.
Baca Juga: Proyek Trotoar Ciater Rp 7,1 Miliar, Wali Kota Tangsel Didesak Perlu Awasi
Meskipun berbeda dari sisi aksesibilitas dan model bisnis, kualitas antara jurnal OA dan close access tetap bisa setara.
Yang terpenting, jurnal tersebut dikelola oleh penerbit atau lembaga yang kredibel, serta memiliki proses peer review dari para ahli di bidangnya.
Manfaat Publikasi di Jurnal Open Access
Dosen dan peneliti umumnya memilih jurnal OA bukan hanya karena gratis, tetapi juga karena manfaatnya yang besar.
Berikut beberapa manfaat utama publikasi di jurnal OA:
1. Membuka Akses Lebih Luas untuk Masyarakat Ilmiah
Publikasi di jurnal OA membantu dosen menyebarkan hasil penelitian secara lebih luas.
Karena tidak berbayar, masyarakat akademik di seluruh dunia bisa membaca, mengutip, dan memanfaatkan hasil riset tersebut tanpa batasan biaya.
2. Meningkatkan Jumlah Sitasi
Semakin banyak orang yang bisa membaca artikel Anda, semakin besar pula peluang artikel tersebut dikutip.
Jumlah sitasi yang tinggi menjadi indikator penting bagi dosen karena menunjukkan pengaruh dan relevansi penelitian yang dilakukan.
3. Membuka Peluang Kolaborasi Akademik
Publikasi di jurnal OA juga membuka peluang kolaborasi dengan peneliti lain, baik di dalam maupun luar negeri.
Ketika hasil riset mudah diakses, peneliti lain bisa menilai kualitasnya dan mengajukan kerja sama riset lanjutan.
4. Mempercepat dan Memperluas Dampak Penelitian
Karena sifatnya terbuka, hasil riset yang dipublikasikan di jurnal OA lebih cepat diketahui dan dimanfaatkan masyarakat ilmiah.
Hal ini membuat dampak penelitian menjadi lebih luas dan signifikan.
5. Menghemat Anggaran Perguruan Tinggi
Semakin banyak dosen mempublikasikan risetnya di jurnal OA, semakin sedikit perguruan tinggi yang harus membayar biaya langganan jurnal.
Dana tersebut bisa dialihkan untuk mendanai penelitian baru atau kegiatan akademik lainnya.
Tantangan Publikasi di Jurnal Open Access
Meski banyak keunggulan, publikasi di jurnal OA juga memiliki tantangan tersendiri. Berikut beberapa di antaranya:
1. Biaya Publikasi yang Tinggi
Sebagian besar jurnal OA mengenakan biaya publikasi yang cukup besar kepada penulis, terutama jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus atau Web of Science.
Biaya ini bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Baca Juga: Mobil Kapolres Kuansing di Riau Dilempari Batu Buntut Berantas Aktivitas Tambang Emas Ilegal
2. Risiko Terjerat Jurnal Predator
Jurnal predator adalah jurnal palsu yang memanfaatkan keinginan penulis untuk publikasi cepat.
Jurnal ini biasanya meniru nama jurnal OA terkenal dan menerbitkan artikel tanpa proses peer review yang ketat.
3. Persaingan Ketat dan Risiko Artikel Ditolak
Karena diminati banyak peneliti, jurnal OA bereputasi menerima banyak naskah setiap harinya.
Akibatnya, tingkat persaingan sangat tinggi dan risiko penolakan artikel juga meningkat.
4. Durasi Publikasi yang Lama
Proses publikasi di jurnal bereputasi memerlukan waktu panjang karena melalui tahapan peer review berlapis oleh para ahli.
Dosen perlu bersabar, karena dari pengajuan naskah hingga terbit bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan.
5. Tuntutan Etika Publikasi Ilmiah yang Tinggi
Standar etika publikasi ilmiah di jurnal OA sangat ketat.
Dosen harus berhati-hati agar tidak melakukan plagiarisme, self-plagiarism, atau pelanggaran etika publikasi lainnya.
6. Kesesuaian Scope dan Bidang Ilmu
Tidak semua jurnal OA cocok dengan bidang keilmuan penulis.
Kadang, jurnal yang sesuai justru berbayar atau bersifat close access, sehingga perlu selektif dalam memilih target publikasi.
Rekomendasi Jurnal OA Gratis Terindeks Scopus
Bagi dosen dan peneliti yang ingin publikasi ilmiah di jurnal Open Access (OA) tanpa biaya publikasi.
Berikut beberapa rekomendasi jurnal internasional gratis yang sudah terindeks Scopus, lengkap dengan bidang keilmuan, penerbit, dan tautan aksesnya.
1. Bidang Agricultural and Biological Sciences (Ilmu Pertanian dan Biologi)
Information Processing in Agriculture
Publisher: China Agricultural University
Website: https://www.sciencedirect.com/journal/information-processing-in-agriculture
Mycosphere
Publisher: Zhongkai University
Website: https://www.mycosphere.org/
Journal of Horticultural Sciences
Publisher: Society for Promotion of Horticulture
Website: Journal of Horticultural Sciences
2. Bidang Arts and Humanities (Seni dan Humaniora)
Cultural Anthropology
Publisher: John Wiley & Sons
Website: https://journal.culanth.org/index.php/ca
Journal of Eurasian Studies
Publisher: Hanyang University
Website: https://journals.sagepub.com/home/ens
Life Medicine
Publisher: Oxford University Press
Website: https://academic.oup.com/lifemedi?login=false
International Journal of Food Design
Publisher: Intellect Publishers
Website: https://www.intellectbooks.com/international-journal-of-food-design
Baca Juga: Kuliner Legendaris Tangerang Selatan Cita Rasa yang Tak Pernah Pudar oleh Waktu
3. Bidang Biochemistry, Genetics and Molecular Biology (Biokimia, Genetika, dan Biologi Molekuler)
Journal of Biomedical Science
Publisher: Springer Nature
Website: https://jbiomedsci.biomedcentral.com/
Ultrafast Science
Publisher: American Association for the Advancement of Science (AAAS)
Website: https://spj.science.org/journal/ultrafastscience
4. Bidang Business, Management and Accounting (Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi)
European Journal of Tourism Research
Publisher: International University College
Website: https://ejtr.vumk.eu/index.php/about
International Journal of Information Systems and Project Management
Publisher: Universidade do Minho
Website: https://www.sciencesphere.org/ijispm/
Asian Journal of Accounting Research
Publisher: Emerald Publishing
Website: https://www.emeraldgrouppublishing.com/services/publishing/ajar/index.htm
Baca Juga: Peneror 2 Sekolah Internasional di Tangsel Minta Tebusan USD 30 Ribu
PSU Research Review
Publisher: Emerald Publishing
Website: https://www.emeraldgrouppublishing.com/services/publishing/prr/index.htm
Daftar jurnal di atas diakses melalui website resmi Scopus pada Oktober 2025.
Sebelum mengirimkan artikel, pastikan jurnal tersebut masih aktif terindeks Scopus dan bukan termasuk daftar discontinued.
Untuk memastikan apakah suatu jurnal benar-benar gratis dan open access, Anda bisa memeriksanya di Directory of Open Access Journals (DOAJ).
Caranya mudah, cukup buka situs DOAJ, ketik nama jurnal di kolom pencarian, lalu perhatikan bagian APC (Article Processing Charge).
Jika tertera “No APC”, artinya jurnal tersebut tidak memungut biaya publikasi.
Baca Juga: Hasil Riset 13 Tahun UGM dan WMPP, Sapi Gama Resmi Jadi Rumpun Sapi Pedaging Baru Indonesia
Selain itu, Anda juga bisa mengeceknya langsung di website resmi jurnal tujuan.
Hanya saja, informasi mengenai biaya publikasi biasanya tersebar di beberapa menu, sehingga perlu waktu untuk menelusurinya dengan cermat. ***




