POJOKSATU.ID – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berkarier di sektor pemerintahan.

Sejumlah instansi pusat tercatat menjadi tujuan utama para pelamar dengan jumlah pendaftar mencapai ratusan ribu orang.

Berdasarkan data SSCASN 2024, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menempati posisi teratas sebagai instansi dengan pendaftar terbanyak.

Baca Juga: TPG Tak Kunjung Cair Jelang Tutup Tahun, Guru Resah dan Mulai Pertanyakan Kepastian Pembayaran

Dengan kebutuhan 9.070 formasi, Kemenkumham diminati oleh 568.257 pelamar dari berbagai daerah di Indonesia.

Di urutan kedua, Kementerian Agama (Kemenag) membuka 20.772 formasi dan mencatatkan 329.222 pendaftar.

Banyaknya kebutuhan formasi membuat Kemenag tetap menjadi salah satu instansi favorit, meski persaingan tetap ketat.

Baca Juga: Update Sebaran Korban Banjir Longsor di 10 Daerah di Sumut, Meninggal 364 Orang, Hilang 75 Orang

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berada di posisi berikutnya dengan 106.950 pelamar untuk 8.607 formasi.

Disusul Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mencatat 87.440 pendaftar pada 4.215 formasi.

Kejaksaan Agung (Kejagung) juga masuk dalam daftar instansi favorit dengan 80.929 pelamar untuk 9.694 formasi.

Baca Juga: Update Sebaran Korban Banjir Longsor di 10 Daerah di Sumut, Meninggal 364 Orang, Hilang 75 Orang

Sementara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menarik minat 75.002 pelamar untuk 12.843 formasi.

Selanjutnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat 44.494 pendaftar, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebanyak 43.505 pelamar.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan 39.936 pendaftar, serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diminati 39.069 pelamar.

Tingginya jumlah pelamar pada sepuluh instansi tersebut mencerminkan ketatnya persaingan CPNS 2024.

Calon pelamar diimbau untuk mencermati rasio antara jumlah formasi dan pendaftar sebagai pertimbangan strategi dalam menentukan pilihan instansi dan jabatan.***