POJOKSATU.id – Kementerian Agama Republik Indonesia telah menerbitkan panduan resmi untuk pengembangan dan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.

Panduan ini disusun untuk memberikan arah dan inspirasi bagi madrasah di semua jenjang pendidikan, mulai dari Raudlatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk memajukan pendidikan Islam yang relevan dengan tuntutan zaman.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, menyampaikan bahwa kurikulum madrasah harus selalu dinamis dan mampu menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: AKGTK Madrasah 2024 Sesi 1 Hari Pertama GATOT SERVER EROR SOAL TIDAK MUNCUL, Bagaimana Kelanjutannya?

“Kurikulum madrasah mengemban dua amanat besar: membekali peserta didik dengan kompetensi dan keterampilan hidup, serta mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Ramdhani.

Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada madrasah untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam praktik pendidikan.

Kurikulum Merdeka di madrasah adalah kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka ini sebelumnya dikenal dengan kurikulum Prototipe.

Kurikulum Merdeka di madrasah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendekatan yang lebih adaptif, relevan, dan holistik. Kurikulum ini juga menekankan pada pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik.

Baca Juga: 70 Contoh Soal dan Pembahasan AKGTK Madrasah untuk Kepala Madrasah, Manajerial, Supervisi dan Kewirausahaan, Pelajari Supaya Tidak Jadi Pengekor!

Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) merupakan acuan dasar pembelajaran di sebuah satuan Pendidikan dalam Kurikulum Merdeka. KOM merupakan rencana proses belajar di Madrasah sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran.

Madrasah harus senantiasa melakukan perubahan dan perbaikan berkelanjutan, berani melakukan inovasi atau terobosan baru, serta memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal untuk meningkatkan mutu layanan kepada seluruh warga madrasah.

Panduan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi madrasah untuk tidak hanya berfokus pada pengetahuan yang harus dikuasai peserta didik, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi abad-21 dan keterampilan hidup yang relevan dengan era modern.

Moh. Isom, Direktur KSKK Madrasah, juga menegaskan bahwa panduan ini akan terus disempurnakan berdasarkan evaluasi dan umpan balik dari berbagai pihak.

Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan AKGTK Madrasah 24-26 Juni 2024 untuk Guru Pengampu di Madrasah Aliyah, Pedadogik Umum dan Semua Mata Pelajaran

"Madrasah diberi keleluasaan untuk melakukan kreasi dan inovasi kurikulum sesuai dengan karakteristik, kekhasan, kebutuhan, dan visi-misi madrasah," kata Isom.

Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah memiliki kaitan erat dengan prinsip-prinsip pendidikan yang lebih otonom dan fleksibel.

Kurikulum ini dirancang untuk memungkinkan madrasah mengembangkan kurikulum operasional yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mereka sendiri, tanpa harus menunggu instruksi yang lengkap dan sempurna dari pemerintah pusat.

Berikut tautan [Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah] yang bisa dipelajari.

Panduan ini mencakup konsep dasar, prinsip-prinsip pengembangan, serta komponen-komponen kurikulum operasional madrasah.

Empat komponen utama yang harus dipenuhi dalam sistem pembelajaran adalah analisis karakteristik madrasah, penyusunan visi, misi dan tujuan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran serta proses berpikir..

Baca Juga: Ketahui Komposisi Soal AKGTK Madrasah 2024, Cek Juga Kewajiban, Larangan dan Sanksi, Pelajari Juknis Lebih Jauh

Kurikulum Merdeka juga menekankan pentingnya nilai-nilai agama Islam yang terintegrasi dalam penyusunan kurikulum.

Ini bertujuan untuk menumbuhkan jati diri dan kekhasan madrasah, sehingga nilai-nilai agama Islam dapat mewarnai cara berpikir, bersikap, dan bertindak para peserta didik dan seluruh warga madrasah.

Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah bukan hanya soal perubahan materi pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana membangun lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.

Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang lebih baik dan membekali mereka dengan keterampilan hidup yang dibutuhkan di era modern.***

Baca informasi lainnya seputar Madrasah dari penulis Rifki Setiadi