POJOKSATU.id - Harapan jutaan calon pelamar untuk mengikuti seleksi CPNS 2026 bisa berujung kekecewaan.
Pasalnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa nasib pembukaan CPNS 2026 tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
Melainkan sangat bergantung pada usulan formasi dari kementerian, lembaga, dan terutama pemerintah daerah.
Peringatan ini menjadi sinyal serius bagi masyarakat yang selama ini mengira CPNS akan otomatis dibuka setiap tahun.
Faktanya, tanpa adanya usulan kebutuhan pegawai dari instansi, proses seleksi CPNS tidak bisa dijalankan.
Sebelum membahas lebih jauh, perlu dipahami bahwa sistem rekrutmen ASN saat ini berbasis kebutuhan riil instansi.
Baca Juga: Tak Lewat Tes CPNS Umum, Ini Jalan Pintas Jadi ASN Lewat Sekolah Kedinasan
Artinya, negara hanya akan merekrut CPNS jika memang ada formasi yang diusulkan dan disetujui.
BKN Tegaskan CPNS 2026 Bergantung Usulan Formasi
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh secara terbuka menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, pihaknya masih menunggu usulan formasi dari berbagai instansi pemerintah.
Tanpa itu, BKN tidak memiliki dasar untuk menyelenggarakan seleksi CPNS.
“Kalau tidak ada yang mengajukan formasi, maka tidak ada tes CPNS karena enggak ada yang minta. Kalau enggak ada yang minta, kami BKN mau tes siapa?” ujar Zudan Arif Fakrulloh, dikutip dari Beritasampit, 9 Desember 2025.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa CPNS 2026 pasti dibuka.
BKN menegaskan posisinya hanya sebagai pelaksana teknis, bukan penentu kebutuhan pegawai.
Peran Daerah Jadi Kunci Penentu
Dalam mekanisme yang berlaku, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menentukan ada atau tidaknya formasi CPNS.
Pemda wajib mengajukan kebutuhan pegawai berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja.
Jika daerah tidak mengusulkan formasi, maka otomatis tidak akan ada lowongan CPNS di wilayah tersebut.
Kondisi ini bisa berdampak secara nasional apabila sebagian besar daerah memilih tidak mengajukan formasi baru.
Situasi inilah yang memunculkan kekhawatiran bahwa CPNS 2026 berpotensi batal atau dibuka sangat terbatas.
Kenapa Banyak Daerah Belum Usul Formasi?
Sejumlah faktor disebut menjadi alasan daerah belum mengajukan formasi CPNS.
Mulai dari keterbatasan anggaran belanja pegawai, fokus penyelesaian pegawai non-ASN, hingga penyesuaian kebijakan reformasi birokrasi.
Pemerintah daerah juga diminta lebih selektif dalam mengusulkan kebutuhan ASN agar tidak terjadi pembengkakan jumlah pegawai seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bupati Aceh Besar Bongkar Lambannya Pemerintah Pusat, Warga Cuci Beras Pakai Air Sungai
Dampak bagi Jutaan Calon Pelamar
Ketidakpastian ini tentu berdampak besar bagi jutaan calon pelamar yang sudah bersiap sejak dini.
Banyak di antaranya telah mulai belajar soal CPNS, mengikuti bimbingan belajar, hingga menunda pilihan karier lain demi menunggu seleksi CPNS 2026.
Namun, pernyataan BKN menjadi peringatan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada asumsi bahwa CPNS pasti dibuka setiap tahun.
Apa yang Bisa Dilakukan Calon Pelamar?
Di tengah situasi yang belum pasti, calon pelamar disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari BKN dan Kementerian PANRB.
Selain itu, masyarakat juga perlu membuka opsi lain, seperti sekolah kedinasan atau jalur karier non-ASN.
Persiapan tetap penting, tetapi harus disertai dengan sikap realistis terhadap kebijakan pemerintah yang dinamis.
CPNS 2026 belum bisa dipastikan akan dibuka secara nasional.
BKN menegaskan bahwa semua bergantung pada usulan formasi dari instansi pusat dan daerah.
Jika daerah tidak mengajukan kebutuhan pegawai, maka seleksi CPNS berpotensi batal atau dibuka sangat terbatas.
Peringatan ini menjadi sinyal keras bagi calon pelamar agar lebih cermat dan tidak hanya mengandalkan harapan semata.***




