POJOKSATU.id - Menjadi pendidik di Raudhatul Athfal (RA) bukan tak bisa melakukan inovasi pembelajaran.

Sebuah inovasi dilakukan guru RA asal Bekasi Agita Violy terkait pembelajaran PAUD holistik integratif dengan konsep belajar langsung di masyarakat. Inovasi ini berhasil memukau juri dalam kompetisi Apresiasi Paud Indonesia Award 2024.

Dengan dedikasi, kerja keras, dan ketekunan dalam mengelola pendidikan, guru RA Muslimat Kota Bekasi ini berhasil meraih Juara 1 kompetisi Apresiasi Paud Indonesia Award 2024 yang berlangsung pada Jumat, 7 Juni 2024 di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Baca Juga: Guru SD Status PNS Ini Jadi Wasit Bulutangkis di Olimpiade Paris 2024, Satu-satunya dari Indonesia, Begini Awal Kisahnya

Apresiasi Paud Indonesia Award 2024 merupakan hasil kolaborasi antara PT. Askrindo dan PAUD Inspirasi Indonesia, menghadirkan lima kategori lomba yang diikuti ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk guru PAUD (KB, TK, RA).

Kategori yang dilombakan meliputi Guru Mencipta Lagu, Guru Mendongeng, Guru Inovatif, Guru Kreatif, dan Guru Heroik.

Lulus Master Pendidikan dari Universitas Islam As-Syafiiyah ini meraih juara pertama dalam kategori Guru Inovatif dengan tema "Membangun Akhlak Generasi Emas Indonesia."

Agita menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut dan berharap prestasinya dapat memotivasi guru lainnya untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.

Baca Juga: Kisah Soma Syafaati, Pengabdi Setulus Hati, Guru ABK Berprestasi, Pejuang Pendidikan Sejati

"Pembelajaran holistik integratif sangat penting dalam mendidik anak-anak. Hal ini mencakup tidak hanya aspek akademis, tetapi juga pendidikan yang bermakna, kesehatan dan gizi anak, perawatan dan pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak usia dini," ujar perempuan yang akrab dipanggil Bu Agit.

Ia juga merasa bangga dapat mengharumkan nama Raudhatul Athfal dan berharap agar semakin banyak guru dan orang tua yang terinspirasi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.

Tak hanya itu. Pada perayaan Hari Guru Nasional Tahun 2023, Agita Violy juga berhasil mencapai babak Grand Final sebagai nominator dalam ajang prestisius Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah tingkat nasional.

Baca Juga: Sosok Zuraida, Guru Penggerak yang Diperkenalkan Saat Pembukaan PGP Angkatan 11, Kunjungi Rumah Siswa Saat Banjir

Acara puncak yang diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama itu, berlangsung di Basket Hall Gelora Bung Karno Jakarta itu, dan memberi penghargaan kepadanya sebagai Juara II Kepala RA Berprestasi Tingkat Nasional.

“Alhamdulillah, dengan prestasi ini semakin besar pula amanah yang perlu saya pertahankan dan tingkatkan di sektor pendidikan ini. Semoga ke depannya terus menjadi lebih baik,” tutur Agita Violy.

Baca Juga: Ini Dia Sosok Mbah Melan yang Viral Mengajar di TikTok Sampai Kehabisan Pulsa, Pensiunan Guru Matematika Ini Ternyata Lulus Double Degree!

Agita Violy, yang telah mengajar di Raudhatul Athfal Muslimat Kota Bekasi sejak tahun 2015 dan diangkat sebagai Kepala RA pada tahun 2020, dikenal berkat kinerja profesional, loyalitas, dan dedikasinya dalam setiap pekerjaannya sebagai pendidik yang juga menguasai media digital.

Keberhasilannya meraih penghargaan dalam Anugerah GTK Madrasah 2023 menjadi bukti pengakuan atas perjuangannya yang luar biasa.

Hasil penelusuran pojoksatu.id, Agita Violy lahir di Bekasi pada 9 Agustus 1994 dan merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Baca Juga: Siapa Tri Adinata, Guru di Medan yang Viral Didatangi Alan Walker, Jadi Guru di Usia 19 Tahun dan Mengubah Pola Pembelajaran

Bukan hanya sebagai guru, dia juga gemar traveling, terutama mendaki gunung, dan senang menulis. Agita sering merasa kaya karena memiliki banyak buku dan menulis baginya ibarat memiliki harta warisan tanpa ahli waris—menjadi kaya dalam karya.

Antologinya yang berjudul "Rumah adalah di Mana Pun" diterbitkan Grasindo pada Maret 2014. Buku itu merupakan buku pertamanya setelah lima tahun aktif menulis di blog dan dua tahun terakhir mencari pelarian dengan traveling. ***

Ikuti artikel Guru Inspiratif lainnya dari penulis Rifki Setiadi