POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Malang mulai mendorong perubahan besar dalam budaya kerja ASN.
Tak hanya soal kinerja, kini mobilitas pegawai juga menjadi perhatian melalui gerakan bike to work atau bersepeda ke kantor.
Langkah ini digaungkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso.
Baca Juga: Visa Haji Foruda 2026 Sudah Tak Diterbitkan, DPR Ingatkan Agar Masyarakat Tak Mudah Tergiur
ASN Didorong Naik Sepeda ke Kantor
Dalam arahannya, Erik mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Malang untuk mulai menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian menuju tempat kerja.
Gerakan ini bukan sekadar tren, tetapi bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam mendukung program efisiensi energi nasional.
Dikutip dari Portal Kota Malang, 13 April 2026, begini kata Erik:
Baca Juga: WFH ASN Bandung Kebobolan, Muhammad Farhan Temukan Pegawai ‘Kabur’ ke Luar Kota
“Sebagai tindak lanjut arahan Presiden dalam program efisiensi nasional, kita perlu mendorong perubahan pola kerja, termasuk dalam hal mobilitas ASN,” ujarnya.
Dukung Program Efisiensi Energi Nasional
Kebijakan bike to work ini selaras dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong penghematan energi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Dengan beralih ke sepeda, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan secara signifikan, sehingga membantu mengurangi beban energi nasional.
Baca Juga: Banjir Bandung Disorot, Muhammad Farhan Ungkap Lonjakan Sampah Sungai hingga 300 Kubik
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor pemerintahan harus menjadi contoh dalam penerapan gaya hidup hemat energi.
Tak Hanya Hemat, Tapi Juga Sehat
Selain menghemat energi, penggunaan sepeda juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan ASN.
Gerakan ini sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif secara fisik.
“Bike to work ini bukan hanya soal hemat energi, tetapi juga mendukung kesehatan,” kata Erik.
Di tengah rutinitas kerja yang padat, bersepeda menjadi solusi sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh.
Baca Juga: Jelang UTBK-SNBT 2026, Wamen Dikti Ingatkan Ini, Jangan Abaikan Hal Penting Ini!
Dorong Transportasi Ramah Lingkungan
Penggunaan sepeda juga menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi ramah lingkungan atau green transportation.
Dengan mengurangi kendaraan bermotor, emisi karbon dapat ditekan, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.
Kebijakan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan di kalangan ASN.
Baca Juga: Ralph Fiennes Tidak Mau Kembali Jadi Voldemort, Pilih Tilda Swinton sebagai Pengganti
Akan Berubah Jadi Kewajiban
Yang menarik, gerakan bike to work ini tidak akan berhenti sebagai sekadar imbauan.
Pemkot Malang tengah merumuskan kebijakan agar penggunaan sepeda menjadi kewajiban bagi ASN.
“Saat ini sedang kita rumuskan agar gerakan ini tidak sekadar imbauan, tetapi menjadi sebuah kewajiban,” ungkap Erik.
Baca Juga: Jejak Kanal Molenvliet yang Hilang, Dari Jalur Air Batavia hingga Jadi Jalan Gajah Mada Hayam Wuruk
Jika diterapkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu langkah progresif dalam reformasi budaya kerja ASN di Indonesia.
Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Meski mendorong penggunaan sepeda, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya aspek keselamatan.
ASN diimbau untuk:
- Menggunakan helm
- Memakai kacamata pelindung
- Menggunakan sarung tangan
- Mematuhi aturan lalu lintas
Hal ini penting agar manfaat bike to work tidak diiringi dengan risiko kecelakaan.
Baca Juga: Kesepakatan Rahasia RI-AS? Izin Pesawat Tempur Bisa Seret Indonesia ke Konflik
Jadi Contoh Daerah Lain
Langkah Pemkot Malang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung kebijakan nasional.
Selain efisiensi energi, kebijakan ini juga menyentuh aspek kesehatan dan lingkungan secara bersamaan.
Jika berhasil, bike to work bisa menjadi gerakan nasional yang mengubah pola hidup ASN di seluruh Indonesia.***




