POJOKSATU.id — Uji Kinerja (UKIN) menjadi tahap penentu dalam Ujian Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) bagi Guru Tertentu.
Pada tahap ini, setiap peserta wajib membuat video praktik pembelajaran berdurasi 2 Jam Pelajaran (2 JP) sebagai bahan evaluasi kinerja nyata di kelas.
Selain versi utuh, peserta juga diminta menyusun video versi edit berdurasi 20–30 menit, yang menggambarkan poin-poin penting dalam pembelajaran.
Penilaian terhadap video ini tidak sembarangan.
Terdapat rubrik terstruktur yang dirancang untuk menilai kompetensi guru secara menyeluruh, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pengelolaan kelas yang mendukung proses belajar aktif.
1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Guru dinilai dari kemampuannya membentuk suasana kelas yang menenangkan, baik secara fisik maupun emosional. Ini bisa ditunjukkan melalui pengaturan ruang, kebersihan, serta dekorasi yang melibatkan karya siswa. Pembukaan dan penutupan pembelajaran secara spiritual, seperti berdoa bersama, juga menjadi poin penting.
2. Menempatkan Peserta Didik sebagai Pusat Pembelajaran
Guru perlu menghindari metode dominan satu arah. Sebaliknya, pembelajaran didesain agar peserta didik menjadi subjek utama melalui aktivitas kolaboratif, interaktif, dan reflektif.
3. Menerapkan Pembelajaran Efektif Berbasis Peserta Didik
Sumber belajar yang digunakan harus dikembangkan sendiri atau dimodifikasi sesuai karakteristik siswa. Guru juga harus memastikan materi bebas dari miskonsepsi dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
4. Implementasi Kurikulum yang Tepat
Pembelajaran harus sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar. Guru perlu menunjukkan penguasaan materi dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata siswa agar lebih bermakna.
5. Penggunaan Model Pembelajaran Inovatif dan Kolaboratif
Penggunaan teknologi pembelajaran menjadi poin plus, selama mampu mendukung aktivitas siswa untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mempresentasikan hasil kerja.
6. Strategi Sesuai Karakteristik Peserta Didik
Guru harus peka terhadap keberagaman latar belakang siswa—baik sosial, budaya, maupun gaya belajar—dan menerapkannya dalam strategi dan media pembelajaran.
7. Umpan Balik dalam Diskusi Kelompok
Selama diskusi kelompok, guru diharapkan aktif membimbing, memberikan penilaian autentik pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta membantu siswa menyimpulkan materi melalui refleksi.
8. Variasi Interaksi dalam Pembelajaran
Interaksi guru-siswa dan siswa-siswa harus mengalir dua arah. Guru bisa menyisipkan elemen bermain, bernyanyi, atau eksplorasi untuk menjaga semangat dan fokus siswa.
9. Menghargai Setiap Respon Siswa
Guru harus memberikan tanggapan positif terhadap setiap jawaban siswa, bahkan jika kurang tepat. Proses belajar dihargai sebagai bagian dari tumbuh kembang siswa.
10. Mengajar dengan Urutan Materi yang Jelas
Materi diajarkan secara logis dan berurutan. Guru juga harus mampu meluruskan miskonsepsi dan menjelaskan konsep dalam konteks yang dekat dengan kehidupan siswa.
11. Memanfaatkan Budaya dan Lingkungan Sekitar
Pembelajaran kontekstual dengan muatan lokal, seperti budaya daerah atau lingkungan sekitar, membuat materi lebih mudah dipahami dan bermakna bagi siswa.
12. Optimalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
Penggunaan TIK secara utuh dari pembukaan hingga penutup membantu memperkuat keterlibatan peserta didik. Guru dianjurkan menggunakan platform digital yang relevan dan fungsional.
13. Pemanfaatan Media Konkret
Benda nyata atau alat peraga dipilih sesuai kebutuhan siswa, agar konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami, terutama oleh siswa dengan gaya belajar kinestetik dan visual.
14. Desain Pembelajaran Berbasis Kurikulum
Pembelajaran harus mencakup literasi, numerasi, dan respons terhadap asesmen formatif. Ini menunjukkan kepekaan guru terhadap kebutuhan belajar yang sedang berlangsung.
15. Asesmen Berpusat pada Peserta Didik
Guru melaksanakan asesmen dengan pendekatan menyeluruh, melibatkan siswa dalam penilaian diri, serta memberikan umpan balik yang membangun secara langsung dan berkesinambungan.
16. Memberikan Umpan Balik Positif dan Berkelanjutan
Arahan dari guru tidak hanya memperbaiki kesalahan, tetapi juga menguatkan kepercayaan diri siswa. Guru menjadi pendamping dalam proses belajar yang aktif dan reflektif.
17. Menjaga Kelas yang Inklusif dan Nyaman
Semua siswa, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian lebih, diberi ruang yang adil. Guru harus tanggap, inklusif, dan adil dalam memberikan perhatian selama pembelajaran.
18. Konsistensi Menjadikan Siswa sebagai Subjek Pembelajaran
Guru harus membuktikan bahwa semua pendekatan yang digunakan berorientasi pada kebutuhan, minat, dan karakteristik siswa. Proses belajar bukan lagi ‘tentang guru’, melainkan ‘untuk siswa’.
Melalui 18 aspek penilaian dalam rubrik video ini, pelaksanaan UKIN menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi kesiapan guru secara menyeluruh.
Tidak hanya soal kemampuan mengajar, tapi juga kemampuan membangun iklim kelas yang mendidik, mengayomi, dan memerdekakan peserta didik.
Bagi para guru calon pendidik profesional, pemahaman atas instrumen ini akan sangat membantu dalam menyusun strategi pembelajaran serta merancang video UKIN yang kuat dan bermakna.
Baca Juga: PANDUAN PRAKTIS Video Praktik Pembelajaran UKIN PPG Guru Tertentu dan Contoh VIDEO TERBAIK
Bagaimana menurut bapak ibu? Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang justru berbeda? Tulis di kolom komentar ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




