POJOKSATU.id - Kondisi kehidupan guru dan siswa di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Dusun Mungkal, Siak, Riau, menyita perhatian pemerintah pusat setelah video kunjungan Bupati Siak Afni Zulkifli viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Afni tampak tak kuasa menahan tangis ketika melihat langsung kondisi masyarakat di daerah tersebut.

Sejumlah guru disebut masih tinggal di rumah yang jauh dari kata layak, sementara siswa harus menggunakan truk untuk menuju sekolah.

Perhatian terhadap kondisi tersebut ternyata datang cukup cepat.

Baca Juga: Beasiswa IASP 2027 Buka Kesempatan Kuliah S3 di Austria, Usia Maksimal 35 Tahun

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut memberikan atensi dan meminta tim khusus dari Sekretariat Wakil Presiden untuk melihat langsung keadaan wilayah 3T Siak.

Afni mengungkapkan, pihaknya menerima komunikasi dari Sekretariat Wapres hanya sehari setelah video kunjungannya ramai diperbincangkan.

"Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak, " ujar Afni kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu 4 Oktober 2026.
Tim tersebut bahkan telah berada di Pekanbaru pada Minggu, 4 Oktober 2026 untuk mempersiapkan perjalanan menuju lokasi.

Afni dijadwalkan bertemu dengan mereka di bandara sebelum dirinya bertolak ke Jakarta untuk memperjuangkan persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Siak.

Baca Juga: HUT ke-81 TNI di Karawang, Gandeng UMKM dan Masyarakat

Menuju Wilayah 3T Tidak Mudah
Salah satu persoalan yang langsung ditanyakan tim Wapres adalah akses menuju lokasi.

Untuk mencapai wilayah tersebut, perjalanan tidak bisa dilakukan melalui jalur darat.

Afni menjelaskan bahwa masyarakat hanya mengandalkan kapal sebagai akses utama.

Itu pun kapal harus disewa dan jadwalnya terbatas, yakni sekitar tiga kali dalam sepekan.

"Kami jawab, ke sana hanya bisa dilalui kapal. Itupun status kapalnya kami sewa untuk akses satu-satunya rakyat 3T dan juga tidak setiap hari ada, hanya tiga kali seminggu," kata Afni.

Keterbatasan akses tersebut membuat berbagai pelayanan dasar menjadi tidak mudah diberikan.

Baca Juga: Wantimpres Bukan Rumah Para Senior

Bahkan, kawasan 3T itu belum memiliki fasilitas penginapan yang memadai bagi pihak yang hendak datang melakukan pelayanan maupun peninjauan.

Karena itu, Afni berharap kedatangan tim pemerintah pusat tidak berhenti pada pendataan administratif.

Ia ingin persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat benar-benar dilihat secara langsung.

Menurutnya, ada sejumlah kebutuhan mendesak yang dapat menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pengadaan kapal hingga penyediaan transportasi sekolah.

MBG Juga Belum Berjalan
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah layanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Tujuh Jenderal TNI Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di HUT TNI Tahun 2026

Afni menyebut sejumlah wilayah 3T di Siak belum mendapatkan layanan tersebut.

Meski dapur MBG disebut sudah tersedia, layanan kepada anak-anak belum juga berjalan.

Kondisi itu menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan anak-anak ketika Afni melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

Selain MBG, masih ada persoalan lain yang membutuhkan perhatian serius, seperti akses jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan hingga sektor pertanian.

Afni berharap persoalan tersebut dapat ditangani secara menyeluruh.

Menurutnya, pembangunan di wilayah 3T tidak cukup hanya dengan melihat satu sektor karena keterbatasan akses turut memengaruhi pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Tujuh Jenderal TNI Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di HUT TNI Tahun 2026

Siak Kaya Sumber Daya, tetapi Akses Dasar Belum Merata
Afni juga menyoroti kondisi yang menurutnya menjadi ironi bagi Kabupaten Siak.

Daerah tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumber daya alam, termasuk minyak, industri kehutanan dan perkebunan sawit.

Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah 3T.

Masih adanya daerah yang belum memiliki akses jalan darat menjadi persoalan yang ingin diperjuangkan pemerintah daerah.

Afni berharap perhatian pemerintah pusat kali ini dapat menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar kunjungan.

Baca Juga: UI GreenMetric Gelar Workshop Nasional ke-10 di Rusia, 51 Universitas Dorong Kampus Berkelanjutan

Untuk sementara, kunjungan tim khusus Wapres akan didampingi Wakil Bupati Siak Syamsurizal karena Afni harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak.***