POJOKSATU.id - One Village One CEO (OVOC) Internasional di Lampung Barat berlanjut dengan pembelajaran mengenai proses pascapanen kopi, mulai dari pengolahan biji kopi hingga penilaian kualitas (grading) sebagai bekal menghasilkan produk yang bernilai tinggi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta tidak hanya mempelajari tahapan pengolahan kopi setelah panen, tetapi juga memahami pentingnya pengendalian mutu dalam menghasilkan kopi yang mampu bersaing di pasar.

Pembelajaran dilakukan secara langsung bersama pelaku usaha dan Local Champion komoditas kopi Lampung Barat.

Baca Juga: Fasilitas Sekolah Rakyat Sudah Megah, Gus Fawait Wanti-Wanti Camat dan Lurah: Gak Boleh Ada Anak Jember Terlantar!

Peserta mengikuti kegiatan di Rumah Produksi Jendral Coffee sebelum melanjutkan sesi grading dan coffee cupping di Coffee Camp.

Pelajari Pengolahan dan Pengemasan Kopi di Jendral Coffee
Kegiatan dilaksanakan di Rumah Produksi Jendral Coffee, tempat peserta belajar langsung mengenai proses pengolahan biji kopi yang telah melalui tahap roasting, teknik pengemasan (packing), hingga tahapan produk siap dipasarkan dan diterima oleh konsumen.

Materi disampaikan oleh Zulfa Nasichah selaku Local Champion Komoditas Kopi Lampung Barat.

Baca Juga: Gus Ipul Bekali 191 Kepala Sekolah Rakyat Jelang MPLS 2026, Tekankan Kepemimpinan dan Pengembangan Potensi Siswa

Pada kesempatan tersebut, peserta juga diajak mencicipi kopi hasil produksi Jendral Coffee untuk mengenal karakter dan cita rasa kopi khas Lampung Barat.

Beberapa jenis kopi yang diperkenalkan antara lain kopi robusta petik merah dan robusta petik kuning, sehingga peserta dapat membedakan karakteristik rasa yang dihasilkan dari masing-masing proses panen.

Belajar Grading dan Coffee Cupping
Setelah itu, peserta mengunjungi Coffee Camp untuk mengikuti sesi grading biji kopi bersama Kasdani Priyatna selaku Local Champion Komoditas Kopi Lampung Barat.

Dalam sesi ini, peserta mempelajari cara memilah biji kopi berkualitas serta mengidentifikasi biji kopi yang mengalami defect sesuai standar penilaian mutu.

Baca Juga: 2.000 Taruna Akmil dan Akpol Diterjunkan ke MPLS Sekolah Rakyat 2026, Ini Tugas yang Bakal Dijalankan

Biji kopi yang tidak lolos seleksi di antaranya biji kopi yang pecah, terkena hama, dipanen sebelum waktunya, gosong, dan berbagai bentuk cacat lainnya.

Peserta juga mengikuti praktik coffee cupping, yaitu proses mencicipi dan mengevaluasi cita rasa kopi berdasarkan grade yang dimiliki.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik aroma, rasa, dan kualitas kopi yang menjadi penentu nilai jual di pasar.

Pengalaman belajar ini melengkapi pemahaman peserta mengenai rantai nilai kopi, mulai dari pengolahan, pengemasan, pengendalian mutu, hingga evaluasi cita rasa.

Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas kopi yang berkualitas, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. ***