POJOKSATU.ID - Dunia pengasuhan anak di Yogyakarta sedang diguncang oleh kabar pilu mengenai dugaan kekerasan masif yang terjadi di sebuah lembaga penitipan anak.

Kasus ini secara spesifik melibatkan sebuah daycare bernama Little Aresha yang berlokasi di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta.

Identitas lembaga ini mencuat ke publik setelah para orang tua korban dan masyarakat mulai berani menyuarakan kejanggalan yang dialami oleh anak-anak mereka selama berada dalam pengasuhan tempat tersebut.

Salah satu bukti paling kuat yang kini beredar luas adalah potongan rekaman CCTV yang memperlihatkan kondisi anak-anak saat jam istirahat.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja, Pola Perilaku Menyakiti Diri pada Anak Mencuat ke Publik!

Dalam visual tersebut, tampak para balita di Little Aresha ditidurkan dengan cara yang sangat tidak wajar, yakni tubuh mereka diikat kain.

Praktik ini diduga dilakukan oleh pihak pengelola untuk membatasi gerak anak agar tidak merepotkan pengasuh, meskipun tindakan tersebut sangat berisiko membahayakan keselamatan dan pernapasan sang anak.

Selain bukti visual, laporan mengenai perubahan perilaku anak juga menjadi dasar kuat pengungkapan kasus ini.

Banyak orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka yang dititipkan di Little Aresha Umbulharjo mendadak memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri, seperti memukul kepala atau badan saat sedang merasa stres atau tantrum.

Baca Juga: Klarifikasi Kabar Pengalihan Anggaran Bansos PKH dan BPJS ke Program MBG!

Para pakar menduga bahwa tindakan tersebut merupakan manifestasi dari trauma mendalam atau rasa takut yang dialami anak secara berulang di lingkungan daycare.

Hingga saat ini, pihak berwenang telah melakukan tindakan tegas terhadap lembaga tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Lokasi Little Aresha dikabarkan telah menjadi fokus perhatian kepolisian guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan meminta keterangan dari para saksi serta pengelola.

Publik terus mendesak agar kasus ini diusut hingga tuntas demi memberikan keadilan bagi puluhan anak yang diduga menjadi korban malpraktik pengasuhan di pusat kota Yogyakarta tersebut.

Hal ini menjadi sorotan netizen untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.***