POJOKSATU.id - Dua tim mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru sukses menorehkan prestasi membanggakan dalam Kompetisi Inovasi Bandung Bedas 2025 yang digelar oleh Bappelitbangda Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang mengusung tema “From Vision to Action: Be The Next Innovator” ini digelar di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Selasa (4/11/2025).
Ajang ini menjadi ruang bagi para inovator muda untuk menyalurkan ide dan gagasan kreatif berbasis riset dan teknologi demi mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga: Strategi Cerdas Pekerja Muda Biar Bisa Punya Rumah Sendiri Tanpa Harus Nunggu Kaya
Dua tim dari UPI Cibiru pun berhasil keluar sebagai Juara 1 dan Juara 2 berkat inovasi yang dinilai inspiratif dan berdampak sosial.
Tim Cogniverse Raih Juara 1 Lewat Inovasi Pencegahan Brain Rot
Juara pertama diraih oleh Tim Cogniverse dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan karya berjudul “Mewujudkan Generasi Bandung Bedas Melalui Upaya Pencegahan Brain Rot Menggunakan Teknologi Inovatif Game-based Assessment.”
Inovasi ini menyoroti fenomena brain rot, yaitu penurunan daya pikir akibat konsumsi konten digital pasif.
Baca Juga: Mantan Dirut ASDP Bergetar Bacakan Pledoi: Kami Tidak Korupsi, Kami Dikriminalisasi
Melalui pendekatan permainan edukatif, mereka menciptakan sistem asesmen interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong belajar aktif, serta melatih kemampuan berpikir kritis.
Tim ini beranggotakan Anisa Rohmah Hasanah dan Indri Salsabila, dengan Triana Lestari, S.Psi., M.Pd. sebagai dosen pembimbing.
Sinergi antara bidang pendidikan dan teknologi menjadi kekuatan utama karya ini.
Tim Arjuna Bawa Pulang Juara 2 Lewat Aplikasi Siaga Bencana
Posisi kedua ditempati oleh Tim Arjuna dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) melalui inovasi bertajuk “Aplikasi Rambu Petunjuk Bencana dan Edukasi Siaga Bencana Berbasis Game Interaktif untuk Anak.”
Aplikasi ini dirancang untuk mengajarkan kesiapsiagaan bencana sejak dini lewat pendekatan bermain.
Anak-anak dapat mempelajari tanda-tanda bencana, mengenali potensi risiko, dan memahami langkah penyelamatan diri dengan cara yang menyenangkan.
Tim Arjuna terdiri atas Andika Eka Kurnia, Asep Nadhirin, dan Maryam Silva Rahayu, dengan Raditya Muhammad, M.T. sebagai pembimbing.
Karya ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi mitigasi bencana di sekolah dasar dan masyarakat luas.
Bukti Sinergi Kampus dan Pemerintah Daerah
Capaian dua tim UPI Cibiru ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Beasiswa Pendidikan Pemimpin Indonesia 2025 Buka Kesempatan untuk Pelajar dan Mahasiswa Berprestasi!
Melalui dukungan Bappelitbangda Kabupaten Bandung, mahasiswa diberi ruang untuk berkontribusi nyata lewat solusi ilmiah dan teknologi tepat guna.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UPI Kampus Cibiru dalam mencetak mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan solutif.
Dengan dukungan dosen pembimbing serta iklim akademik yang kondusif, kampus terus mendorong pengembangan inovasi lintas disiplin yang sejalan dengan agenda pembangunan daerah. ***




