POJOKSATU.id - Sebuah momen tak biasa terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara, ketika seorang pengantin pria mendadak meninggalkan resepsi pernikahannya demi menghadiri PPPK.
Kejadian ini sontak menarik perhatian publik karena dua momen besar dalam hidup pernikahan dan pelantikan terjadi pada hari yang sama.
Pengantin pria bernama Yandi Putra Marpaung, honorer yang telah bekerja sejak 2012 di Dinas Lingkungan Hidup Tanjungbalai, menikah dengan pasangannya, Khulida Nauriah, pada 22 November 2025.
Baca Juga: Korupsi Alat Kesehatan Tak Kunjung Tuntas, Negara Rugi Pasien yang Jadi Korban
Namun di tengah suasana pesta yang tengah berlangsung, Yandi justru harus meninggalkan pelaminan untuk menghadiri pelantikan PPPK paruh waktu yang dijadwalkan pada hari yang sama.
“Saya paginya pergi dulu ke pelantikan, setengah hari siang balik lagi ke rumah jadi pengantin,” ujar Yandi Putra Marpaung dikutip dari mistar.id, 22 November 2025.
Kisah Yandi pun menjadi perbincangan hangat, terutama karena keputusan tersebut mencerminkan dedikasi tinggi terhadap tugas negara.
Baca Juga: Ngeri! Mikrobus Wisata Terguling di Jalur Dieng, Penumpang Berhamburan Selamatkan Diri
Ditinggal Pengantin Demi Tugas Negara
Pada hari resepsi pernikahan, Yandi menerima panggilan resmi untuk mengikuti prosesi pelantikan PPPK paruh waktu.
Karena pelantikan tidak dapat dijadwalkan ulang, ia memilih untuk tetap memenuhi undangan resmi tersebut meski harus meninggalkan pesta pernikahannya.
Keputusan itu menjadi sorotan karena tidak banyak orang yang mengalami situasi seperti ini, terlebih dalam momen sakral pernikahan.
Baca Juga: Waspada! Ini 7 Teknik Manipulasi yang Sering Dipakai untuk Mengendalikan Pikiran Tanpa Disadari
Namun bagi Yandi, amanah sebagai PPPK merupakan kesempatan yang ia perjuangkan sejak lama.
Ia mengakui bahwa menjadi PPPK merupakan “hadiah terbesar” dalam perjalanan hidupnya setelah lebih dari satu dekade mengabdi sebagai honorer.
Keputusan untuk hadir dalam pelantikan bukan hanya soal status, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan yang selama ini ia jalani.
Dua Kebahagiaan Besar dalam Satu Hari
Setelah dilantik, Yandi kembali ke rumah untuk melanjutkan resepsi pernikahan yang masih berlangsung.
Kehadirannya disambut dengan haru dan bangga oleh pihak keluarga, tamu undangan, dan tentu saja sang istri yang mendukung keputusannya hadir pada pelantikan.
Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk! Gudang Kardus di Ciracas Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan 11 Unit
Dinamika ini menciptakan kombinasi unik: pagi hari mengenakan seragam pelantikan ala Korpri, siang hari kembali mengenakan pakaian pengantin.
Beberapa tamu bahkan menyebut bahwa momen itu menjadi cerita paling indah dan tak terlupakan di pesta tersebut.
Yandi mengatakan bahwa meskipun harus meninggalkan resepsi, ia tetap merasa bahagia karena dua momen bersejarah dalam hidupnya datang bersamaan.
Baca Juga: Status Honorer Hanya Sampai 2025, BKN Jelaskan Peluang Pengangkatan Tahun Depan
Ia menyebut pelantikan ini sebagai awal dari tanggung jawab baru yang ingin ia jalani dengan penuh integritas.
Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Solusi untuk Honorer
Kisah ini juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang mulai melantik honorer menjadi PPPK paruh waktu.
Bagi Yandi, yang sudah 13 tahun menjadi honorer, pelantikan ini memberi kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraannya.
Baca Juga: Heboh! Mobil Barang Bukti Dipakai Jalan-Jalan Keluarga Propam, Plat Diganti!
Skema PPPK paruh waktu menjadi salah satu solusi transisi bagi tenaga honorer agar tetap mendapatkan penghasilan tetap dan memiliki status kepegawaian yang lebih jelas.
Pelantikan Yandi menjadi contoh nyata bahwa proses penataan honorer saat ini benar-benar memberi dampak langsung bagi para tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Dedikasi PNS/PPPK yang Menginspirasi
Kisah Yandi Putra Marpaung menjadi inspirasi bagi ASN dan PPPK di berbagai daerah.
Meninggalkan resepsi pernikahan demi menghadiri pelantikan merupakan hal yang tidak mudah, namun Yandi menunjukkan bahwa amanah negara tetap menjadi prioritas.
Ia bahkan menyampaikan harapannya setelah resmi dilantik:
“Dengan amanah ini, saya ingin bekerja lebih baik, mengabdi kepada negara, dan tentu membahagiakan keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Rahasia Anti Mager Ala Jepang, 7 Teknik Sederhana tapi Efektif Atasi Kemalasan
Cerita Yandi bukan hanya viral karena keunikannya, tetapi juga menggambarkan semangat pengabdian yang jarang ditemui.
Dua kebahagiaan besar dalam satu hari, menjadi suami dan menjadi abdi negara.***




