POJOKSATU.id - Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Riau (Unri), Prof Ns Bayhakki MKep SpKMB PhD, menghadirkan inovasi alat kesehatan bertajuk Mobile Infusion Bag yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien selama menjalani terapi infus di rumah sakit.

Inovasi ini berangkat dari persoalan yang kerap ditemui dalam praktik keperawatan, yakni terhentinya aliran infus ketika pasien beraktivitas.

Kondisi tersebut sering berujung pada pencabutan dan pemasangan ulang infus, yang tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi serta ketidaknyamanan bagi pasien.

Baca Juga: Mahasiswa S3 UNS Teliti Desain Toilet Kereta Api Ramah Disabilitas Berbasis Kearifan Lokal Jawa

Melalui Mobile Infusion Bag, Bayhakki menawarkan solusi berupa kantong infus portabel yang dapat dipasang di lengan atas pasien.

Alat ini dilengkapi dengan sistem tekanan udara tanpa menggunakan listrik, sehingga mampu menjaga kelancaran aliran cairan infus meskipun pasien bergerak atau melakukan aktivitas ringan.

“Mobile Infusion Bag dirancang sebagai kantong infus portabel yang dipasang di lengan atas pasien.

Baca Juga: Dosen UGM Kembangkan Alat Deteksi Cepat Keamanan dan Keaslian Pangan, Uji Cuma Hitungan Detik

Alat ini dilengkapi sistem tekanan udara tanpa menggunakan listrik, sehingga mampu menjaga kelancaran aliran cairan infus meskipun pasien bergerak atau beraktivitas.

Alat ini kami rancang agar pasien tetap nyaman bergerak tanpa mengganggu terapi infus yang sedang dijalani,” ujar Bayhakki.

Hasil uji coba terbatas yang dilakukan di rumah sakit menunjukkan bahwa Mobile Infusion Bag efektif dan aman digunakan.

Baca Juga: Bahlil Blak-blakan: Saya Menteri Gagal Kalau Masih Ada Desa Gelap dan Rakyat Belum Nikmati Listrik

Selain mendukung kelancaran terapi infus, alat ini juga mampu meningkatkan kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama masa perawatan.

Tak hanya itu, inovasi Mobile Infusion Bag telah memperoleh hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Alat ini juga telah dipamerkan dalam berbagai ajang inovasi nasional sebagai contoh pengembangan teknologi kesehatan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Baca Juga: BKN Buka Suara 'Relokasi PPPK Bisa Selesai 5 Hari', Kepala Daerah Diminta Tak Ragu

Ke depan, Mobile Infusion Bag diharapkan dapat diproduksi secara massal melalui kerja sama dengan industri alat kesehatan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh pasien dan tenaga medis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui inovasi ini, Bayhakki berharap perawat tidak hanya berperan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi berbasis praktik keperawatan yang berdampak langsung pada keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan pasien. ***