POJOKSATU.id - IPB University dikenal bukan cuma sebagai kampus hijau, tapi juga “surga kecil” bagi para burung.

Salah satunya, si wiwik kelabu (Cacomantis merulinus), burung yang perilakunya unik banget, karena ia memilih menitipkan telurnya di sarang burung lain.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Dr Yeni A Mulyani, menjelaskan bahwa burung wiwik kelabu termasuk dalam keluarga Cuculidae.

Baca Juga: Pemerintah Rombak Besar-besaran Data Penerima Bansos November–Desember 2025, Jutaan Warga Terimbas Validasi Baru

“Wiwik kelabu membiarkan induk burung lain mengerami dan merawat anaknya hingga mandiri. Ini perilaku yang jarang ditemui pada burung lain,” tutur ahli ekologi dan konservasi burung ini.

Suara Sering Terdengar, Tapi Wujudnya Langka
Menariknya, meski jarang terlihat, suara wiwik kelabu cukup sering terdengar di area kampus.

Suara khasnya bahkan sempat memunculkan mitos di masyarakat sebagai “tanda kematian”.

Baca Juga: Percobaan ke-2 CFD Cibinong Usai, Pengunjung Sampaikan Lima Masukan untuk Perbaikan ke Depan

“Yang namanya mitos, mitos saja, padahal tidak begitu,” kata Dr Yeni sambil tersenyum.

Rumah Nyaman di Tengah Kampus Hijau
Kampus IPB Dramaga punya keanekaragaman hayati tinggi yang menjadikannya rumah bagi burung wiwik kelabu.

Berdasarkan penelitian bersama mahasiswanya, Yaumud Raiyardhi, ada 13 teritori burung ini tersebar di area kampus.

Baca Juga: Era Baru Fikih Lingkungan Dimulai dari Kampus Islam, Menag Tugaskan UIN Kembangkan Konsep Ekoteologi

Lokasi terbanyak berada di Asrama Putri dan Gymnasium IPB—yang termasuk tipe habitat perumahan.

Perjumpaan terbanyak kedua ada di sekitar Danau LSI (habitat tepi lahan basah), disusul kawasan tegakan karet antara Perumahan Dosen dan Danau SDGs.

“Wiwik kelabu lebih menyukai tempat yang banyak serangga, karena itu sumber makanan utamanya,” jelas Dr Yeni.

Baca Juga: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Menghantam Daerah Jonggol Bogor, Membuat Warga dan Fasilitas Listrik Terganggu

Konservasi yang Butuh Peran Bersama
Keberadaan burung ini sekaligus membuktikan kampus IPB Dramaga menjadi tempat ideal bagi spesies burung untuk bertahan hidup.

Namun, tantangannya juga besar. Pembukaan lahan di luar kampus membuat banyak burung mencari perlindungan di area IPB, sementara gangguan manusia seperti penangkapan burung masih terjadi.

Baca Juga: Ribuan Warga Kabupaten Bogor Terima Bansos Akhir Tahun 2025, Simak Daftar Program dan Fakta Penyalurannya

“Perlu ada keterlibatan masyarakat sekitar kampus untuk menjaga keberadaan wiwik kelabu dan burung lainnya,” tegas Dr Yeni.

Sosialisasi tentang pentingnya konservasi, pelarangan penangkapan burung, dan pelestarian habitat harus dilakukan terus-menerus oleh IPB University. ***