POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Ratusan guru honorer kembali melakukan demo di depan rumah dinas (Rumdis) Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Jumat (12/1) terkait kisruh PPPK Guru 2023.

Para pendemo ini mengungkap bahwa ombus-ombus atau uang sogok dalam kisruh PPPK Guru 2023 Mandailing Natal (Madina) ini sebesar Rp 50 juta.

Ombus-ombus atau uang sogok Rp50 juta ini diduga diberikan kepada oknum di Dinas Pendidikan atau BKPSDM sehingga bisa lulus atau menang PPPK Guru 2023 Madina.

Baca Juga: Kadis Pendidikan Madina Resmi Tersangka dan Ditahan Dugaan Suap PPPK 2023

Selain uang sogok Rp 50 juta, para guru honorer ini juga menyebut ada tukang santan yang selama ini tak pernah mengajar di sekolah, bisa lulus PPPK Guru Madina 2023.

“Memang kami bukan orang kaya dan bukan siapa-siapa yang bisa memberikan ombus-ombus atau kisi-kisi Rp 50 juta kepada dinas terkait, “sebut salah satu pendemo yang memakai jilbab di hadapan rumah dinas bupati, Jumat.

“Sungguh teganya kalian mempermainkan kami yang sudah belasan tahun mengajar di sekolah, hanya karena ombus-ombus untuk memperkaya diri, kalian mengorbankan kami,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Hidden Gem di Jakarta, Nggak Nyangka Suasana Ibu Kota Sehijau dan Seteduh Ini

“Ingat Tuhanmu, buat apa solatmu kalau uang haram kau masukkan dalam perutmu,” tegas seorang pendemo dalam orasinya Jumat siang itu.

Selain uang sogok yang Rp 50 juta, para pendemo ini juga mengungkap seorang tukang santan bisa lulus atau menang dalam seleksi PPPK Madina 2023, padahal selama ini tak pernah mengajar di sekolah tersebut.

“Dimana iman kalian pejabat kami? Lihatlah mereka yang sudah lulus, salah satunya tukang santan, jelas datanya. Sadarlah Pak! Sebelum ajal menjemputmu dan ingat akhirat, kelak semua itu harus kau pertanggungjawabkan, “kata pendemo ini.

Baca Juga: 7 Ciri-ciri Pasangan Selingkuh yang Perlu di Waspadai Sejak Awal!

Menurutnya, seorang tukang santan atau masuk dalam kategori guru siluman, lolos PPPK Madina 2023 karena membayar.

“Luar biasa hebatnya Dinas Pendidikan dan BKPSDM,” ujarnya lagi.

“Sejak kapan si tukang santan itu pernah mengajar di sekolah. Apa karena dia keluarga dari orang kaya dan mampu memberikan kisi-kisi ke panitia seleksi lalu diloloskan PPPK,” kata pendemo dalam orasi itu.

Menurutnya, tindakan curang dalam seleksi PPPK Guru 2023 ini telah mengotori Mandailing Natal (Madina) yang terkenal dengan slogan Madina Bersyukur Madina Berbenah.***