POJOKSATU.ID - Penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan sepenuhnya untuk mendukung biaya personal pendidikan peserta didik.

Dana tersebut diharapkan dapat digunakan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli buku, alat tulis, seragam, sepatu, hingga pakaian olahraga.

Pemerintah menegaskan bahwa dana ini harus diterima secara utuh oleh siswa tanpa adanya pemotongan dari pihak mana pun dengan alasan apa pun.

Ketegasan ini dilakukan guna memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang berhak demi kelancaran proses belajar mengajar.

Baca Juga: Kemendikdasmen: Tidak Ada Lagi Anak Indonesia yang Boleh Putus Sekolah!

Terkait prosedur pengambilan, siswa diharapkan datang langsung ke bank.

Namun, jika siswa berhalangan hadir, orang tua atau wali diperbolehkan mewakili dengan syarat melampirkan surat pernyataan resmi.

Langkah administratif ini sangat penting untuk meminimalkan risiko penyaluran dana kepada pihak yang tidak semestinya, sehingga transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga.

Baca Juga: Instruksi Tegas Mensos yang Bikin Terenyuh Sekaligus Sampaikan Manajemen Baru ASN Guru Sekolah Rakyat

Di sisi lain, pemerintah juga terus mematangkan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk tahun 2026.

Program ADEM Papua memiliki kuota sebanyak 500 siswa yang akan disebar ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Bali, dengan alokasi terbesar menuju Jawa Timur dan Banten.

Sementara itu, untuk ADEM Daerah Khusus, tersedia kuota bagi 500 siswa yang akan menempuh pendidikan di berbagai provinsi mulai dari NTT, Maluku, hingga wilayah Sumatera, sebagai upaya memeratakan kualitas pendidikan di daerah tertinggal.

Tak hanya di dalam negeri, perhatian juga diberikan kepada peserta didik dari jalur ADEM Repatriasi yang menyasar anak-anak dari Malaysia dan Arab Saudi.

Dengan kuota sebanyak 550 siswa, para pelajar dari Community Learning Center (CLC) maupun Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) ini akan ditempatkan di sekolah menengah terbaik di Indonesia.

Distribusi peserta tersebar luas ke wilayah Banten, Jawa, Sulawesi, hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara, guna memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan kualitas pendidikan nasional yang unggul.***